Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hujan Masih Turun, Musim Tanam Tembakau di Lotim Mundur

nur cahaya • Kamis, 29 Mei 2025 | 11:37 WIB

 

TANAM: Seorang buruh tani di Kecamatan Sakra saat menanam tembakau di sawah milik salah seorang petani tembakau rajang, Selasa (27/5).
TANAM: Seorang buruh tani di Kecamatan Sakra saat menanam tembakau di sawah milik salah seorang petani tembakau rajang, Selasa (27/5).
 

LombokPost - Musim tanam tembakau, baik tembakau virginia maupun tembakau rajang, tahun ini sedikit mundur dari jadwal.

Biasanya musim tanam dimulai awal Mei, namun saat ini mundur ke Juni.

Masihnya musim hujan ini membuat petani menahan diri untuk melakukan penanaman tembakau.

”Mundurnya musim tanam ini dikarenakan masih terjadi hujan. Sehingga banyak petani yang menahan diri untuk tidak menanam dulu,” terang Kepala Bagian (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Lotim Mirza Sofian, Selasa (27/5).

Kata dia, biasanya para petani tembakau, khususnya di bagian selatan menanam tembakau pada awal bulan Mei.

Namun karena cuaca saat ini mundur ke bulan Juni.

Sementara untuk petani di bagian utara jadwal tanam mulai lebih awal pada bulan Februari lalu. 

Kendati masih turun hujan, namun sudah ada petani yang kadung menanam tembakau.

Baik tembakau rajang maupun virginia.

Tapi sejauh ini belum ada laporan adanya tanaman tembakau petani yang mati akibat hujan berlebih.

Baca Juga: Mendengar Cerita Petani Tembakau Senang yang Kesohor, Rasa dan Aroma Ditentukan Cara Perawatan dan Kualitas Cuaca

”Yang menanam memang sudah ada, tapi persentasenya masih sangat sedikit sekali, hanya beberapa orang saja,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mei ini masih ada potensi turunnya hujan. 

Pada 10 hari pertama Juni kondisi cuaca diperkirakan sudah mulai bagus.

Terkait kondisi cuaca ini, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada petani melalui UPT masing-masing kecamatan.

Termasuk kepada perusahaan tembakau, hingga asosiasi untuk meminta masing-masing petani binaan menunda penanaman hingga Juni mendatang.

”Seperti kita ketahui pada tahun lalu, banyak petani yang menanam tembakau di saat hujan masih turun, sehingga tanaman mereka banyak yang mati dan akhirnya ulang menanam. Ini yang kita antisipasi saat ini,” katanya. 

Disebutkan, pada musim tanam tahun ini, petani sudah melakukan langkah antisipasi, dengan membuat saluran irigasi di tengah sawah.

Photo
Photo

Sehingga tembakau tidak tergenang ketika terjadi hujan lebat, seperti tahun lalu.

Pada musim tanam 2023 lalu, sekitar 4 ribu hektar (Ha) lebih tanaman tembakau petani terdampak anomali cuaca.

Dengan adanya surat edaran yang dikeluarkan dinas pertanian diharapkan petani bisa menunda penanaman hingga Juni mendatang.

”Kita sudah keluar kan surat edaran. Karena kami tidak punya wewenang melarang petani untuk mengganti tanaman ke komoditas yang lain di saat cuaca seperti ini,” ungkapnya.

Target tanam tembakau tahun ini tidak jauh beda dengan 2024 lalu.

Yakni target tanam tembakau virginia seluas 13.857 Ha dan target areal tanam tembakau rajang seluas 10.086 Ha. Dengan jumlah petani dan buruh tani sebanyak 94 ribu.

Minat masyarakat untuk menanam tembakau saat ini cukup tinggi, hal ini dikarenakan harga tembakau khususnya virginia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini cukup mahal.

Tahun lalu top grade atau harga paling tinggi di angka Rp 74 ribu per kilogram. 

”Tapi yang kita imbau ini tembakau rajang, jangan sampai nanti kebanyakan stok sehingga membuat harga tembakau menjadi anjlok, seperti tahun lalu. Bahkan sampai sekarang masih ada yang belum bisa jual tembakaunya,” tutupnya. (par/r6)

Editor : Kimda Farida
#Petani #bmkg #tembakau #cuaca #Hujan