Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sapi Kurban Presiden Prabowo di Lotim Seberat Satu Ton

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 30 Mei 2025 | 20:44 WIB

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) H Masyhur saat melihat kondisi kesehatan sapi kurban milik Presiden Prabowo di Desa Aik Dewa, Jumat (30/5).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) H Masyhur saat melihat kondisi kesehatan sapi kurban milik Presiden Prabowo di Desa Aik Dewa, Jumat (30/5).
LombokPost- Sapi milik peternak asal Dasan Manggis, Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela terpilih sebagai sapi kurban presiden Prabowo tahun ini, di Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Sapi jenis si mental itu diperkirakan saat ini telah mencapai bobot satu ton lebih.

“Satu bulan lalu di timbang beratnya masih mencapai 879 kilogram, tapi waktu ditimbang itu kondisi belum makan. Sekarang kalau kita timbang, dengan perawatan selama sebulan ini, beratnya sudah mencapai satu ton lebih,” terang kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur H Masyhur, Jumat (30/5).

 Baca Juga: Ada Pungutan Iuran Hewan Kurban, Dinas Kesehatan Lombok Tengah Sebut Itu Tidak Dipaksa

Salah satu syarat untuk terpilih menjadi sapi kurban presiden minimal mencapai berat 800 kilogram. Sehingga sapi tersebut saat ditimbang memenuhi persyaratan. Diperkirakan hingga hari raya, bobot sapi akan bertambah hingga mencapai satu ton lebih.

Kata dia, saat ini sapi tersebut telah dibayar dan sah miliki presiden Prabowo Subianto, kemudian diberikan kepada masyarakat Lotim untuk dikurban.

Sapi tersebut nantinya akan diserahkan langsung kepada bupati Lotim, kemudian diserahkan ke panitia kurban masjid agung Al Mujahidin Selong pada saat hari raya idul Adha.

“Jatah kita di Lotim cuman satu ekor. Karena satu kabupaten itu satu ekor sapi kurban presiden. Kalau dulu satu provinsi itu satu ekor,” ujarnya.

Baca Juga: Alex, Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Gubuk Mamben

Disnakeswan Lotim memastikan kesehatan dan perawatan sapi tersebut akan terjaga dengan baik hingga hari raya idul Adha mendatang. Bahkan pihaknya telah menurunkan dua orang dr hewan untuk mengecek kondisi sapi kurban secara berkala.

Permintaan satu kabupaten satu ekor sapi kurban presiden ini diakui memberikan semangat bagi peternak, dan salah satu bentuk kepedulian presiden ke para peternak. Diharapkan tahun depan jumlah sapi kurban masing-masing kabupaten bisa bertambah.

“Ini menjadi langkah awal bagi kita, mungkin tahun-tahun berikutnya ada sapi-sapi kita yang lebih besar di Lotim untuk bisa kita kirim ke kabupaten-kabupaten lain sebagai sapi kurban presiden juga,” katanya.

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto di Lombok Tengah Gemoy dan Sehat

Populasi hewan ternak di Lotim mencapai 14 ribu ekor, dengan populasi pejantan mencapai 60 persen dan yang siap di potong sekitar 50 persen. Lotim menjadi salah satu gudang sapi penggemukan di NTB.

Pada minggu terakhir menjelang idul adha, permintaan hewan kurban terutama sapi di pasar hewan cukup tinggi. Namun melihat populasi ternak di Lotim, dirinya menjamin stok sapi kurban akan terpenuhi.

“Kemampuan peternak kita untuk melakukan penggemukan sangat luar biasa. Kalau secara kemampuan Lotim masih terbaik,” Pungkasnya.

Baca Juga: Tips Jitu Ahmad Syamsir, Rawat Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim, drh Hultatang menyampaikan hingga saat ini, data hewan kurban yang sudah masuk sebanyak 500 ekor. Jumlah ini diakui akan bertambah menjelang H-3 hari raya.

“Biasanya masyarakat kita akan banyak membeli sapi atau kambing kurban pada H-3 lebaran bahkan H-1. Karena mereka tidak mau repot-repot merawatnya karena biaya akan bertambah,” katanya.

Sejak beberapa minggu lalu dr hewan di masing-masing UPT Disnakeswan sudah turun melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban. Pengecekan kesehatan akan terus digencarkan hingga H-2 lebaran, ini untuk memastikan hewan-hewan kurban di Lotim dalam keadaan sehat.

Penyakit yang menjadi atensi di hewan kurban ialah cacing hati, kemudian masalah pencernaan, antraks. Namun untuk penyakit antraks di Lotim sejauh ini belum pernah di temukan. Kendati demikian, melihat mobilitas hewan ternak cukup tinggi, penyakit tersebut tetap diantisipasi.

“Meskipun tidak pernah ditemukan, tapi kita tetap antisipasi, karena kita tidak tahu asal usul sapi yang masuk ke pasar hewan ini dari mana,” ungkapnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#prabowo #presiden #1 ton #sapi kurban #Lombok Timur