Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Survei Status Gizi Indonesia Temukan Kasus Stunting di Lotim Melonjak

nur cahaya • Selasa, 3 Juni 2025 | 11:34 WIB

 

Kepala Dinas Kesehatan Lotim  H Fathurrahman Menerangkan Penemuan Kasus Stunting Lotim Yang Melonjak
Kepala Dinas Kesehatan Lotim  H Fathurrahman Menerangkan Penemuan Kasus Stunting Lotim Yang Melonjak
 

LombokPost  - Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis bulan ini, stunting di Lombok Timur (Lotim) mengalami peningkatan.

Dibandingkan dengan tahun lalu, sebesar 27,6 persen naik menjadi 33 persen.

Peningkatan status kasus stunting ini harus menjadi atensi pemerintah daerah.

Baca Juga: Masih Tingginya Angka Stunting, BUMDes Diminta Alokasikan 20 Persen Anggaran Perangi Stunting

“Bagi kami kenaikan ini adalah peringatan agar kami melakukan intervensi dan konvergensi lebih besar lagi,” terang Kepala Dinas Kesehatan Lotim H Fathurrahman, Senin (2/6).

Menurutnya ada dua intervensi yang harus fokus dilakukan untuk menurunkan angka stunting.

Yakni intervensi nutrisi spesifik yang lebih mengarah pada penyebab stunting itu sendiri, yakni memberikan asupan gizi sesuai target.

Baca Juga: DP3AKB Lotim Sasar 11 Ribu Keluarga Rawan Stunting, Verifikasi Data Sedang Berlangsung

Sedangkan intervensi nutrisi sensitif dengan cara mengurangi kejadian penyakit terhadap sasaran. Sehingga untuk intervensi sensitif ini membutuhkan kerja keras bersama semua pihak.

“Sebelumnya Lotim sudah bagus melakukan berbagai program untuk menurunkan stunting.Tetapi dengan kenaikan ini kita harus lebih bagus lagi berbuat,” katanya. 

Dikatakan kedua intervensi itu harus dilakukan secara konvergensi, dengan sasaran yang fokus pada ibu hamil dan baduta.

Baca Juga: Astra Group Mataram Konsisten Dukung Pencegahan Stunting Melalui Posyandu Binaan

Sehingga diharapkan kenaikan ini bisa menjadi pemicu untuk semakin semangat bekerja.

“Kami harap kenaikan ini jangan membuat kita lemah untuk bekerja tapi harus lebih bersemangat lagi,” tutupnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim H Ahmat menambahkan kasus stunting di Lotim mengalami kenaikan lima persen lebih dari tahun sebelumnya, yakni 27 persen menjadi 33,6 persen.

“Karena angka stunting ketentuan naik, kita juga ikut naik,” terangnya.

Baca Juga: Tekan Kasus Stunting, DP3AKB Lotim Libatkan Perusahaan Lokal Jadi Orang Tua Asuh

Diperkirakan kenaikan ini disebabkan karena data stunting Lotim yang dijadikan sampel saat survei SSGI tersebut tidak sinkron. Sehingga data stunting perlu di-update.

Melihat banyaknya program yang telah berjalan untuk percepatan penurun stunting di Lotim, Dirinya optimis kasus stunting akan menurun.

"Bukan programnya yang harus dievaluasi, tetapi datanya. Karena semua program tidak ada yang tidak sampai ke sasaran," ungkapnya.

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Penurunan angka stunting ini akan mengaktifkan kelompok kerja (Pokja) yang ada di tingkat Kabupaten hingga tingkat desa. (par/r6)

Editor : Kimda Farida
#pokja #Gizi #sasaran #Lotim #Stunting