Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinas Peternakan Lotim Harap Masyarakat Tidak Memotong Hewan Kurban di Tempat Sembarangan

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 6 Juni 2025 | 19:52 WIB

Salah satu sapi kurban di Lombok Timur (Lotim) yang akan di kurban,
Salah satu sapi kurban di Lombok Timur (Lotim) yang akan di kurban,

LombokPost-Dinas Peternak dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) berharap masyarakat maupun panitia kurban tidak melakukan penyembelihan hewan kurban, terutama sapi di tempat sembarangan.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyebaran penyakit atau virus yang ada di ternak tersebut.

"Jangan sampai pemotongan hewan kurban dilakukan di tempat sembarangan. Karena limbahnya sangat berbahaya untuk tenak yang lain," terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim, drh Hultatang, Jumat (6/6).

Bagi masyarakat yang melakukan kurban di pinggir jalan atau sekitar masjid, diharapkan untuk memperhatikan limbahnya.

Salah satunya dengan cara membuat lubang kemudian mengubur dengan bagus.

Baca Juga: Gubernur Nusa Tenggara Barat Serahkan Tiga Ekor Sapi Kurban Presiden ke Lombok Tengah

Selain itu ia juga berharap masyarakat tidak membuang limbah hewan kurban ke air yang mengalir seperti aliran sungai, irigasi dan lainnya.

Hal ini dikhawatirkan dapat menular ke ternak lain, bahkan ke manusia.

"Apalagi ada ternak khususnya sapi yang kita indikasikan penyakit mulut dan kuku (PMK) di pasar hewan, karena ada yang kita lihat dia leleran," katanya.

Kata dia, Lotim saat ini belum dinyatakan wilayah bebas PMK.

Untuk itu Disnakeswan Lotim terus menggenjot vaksinasi ternak.

Meski secara umum capaian vaksin telah mencapai 90 persen.

Namun diakui masih banyak yang belum , terutama anak-anak sapi.

Baca Juga: Top 6 Pilihan Menu Masakan Daging Kurban Lebaran Idul Adha

Kendati demikian, masyarakat terutama peternak diharapkan untuk tidak terlalu khawatir dengan PMK.

Karena PMK saat ini tidak seperti tahun sebelumnya.

"Kalau dulu dia (Sapi-red) kena PMK banyak yang mati. Tapi sekarang dia hanya flu, leleran dan sebagainya. Tapi nafsu makannya masih bagus dan PMK ini menularnya dari hewan ke hewan bukan ke manusia jadi masyarakat tidak perlu khawatir, dagingnya aman untuk dikonsumsi," katanya.

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo di Lotim Seberat Satu Ton

Dirinya juga berharap masyarakat yang mendapatkan daging kurban untuk disimpan di lemari pendingin.

Jika ingin langsung dimasak, diharapkan tidak di cuci, tapi langsung dimasak dengan kereseknya.

Hal ini untuk membunuh virus atau penyakit yang ada di daging tersebut. (par)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#sapi kurban aman PMK #daging kurban #sapi kurban #cara mengolah daging kurban