LombokPost - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga saat ini di Lombok Timur (Lotim), belum semua sekolah di 21 Kecamatan menikmati makanan MBG. Hal ini dikarenakan tidak semua kecamatan sudah memiliki dapur sehat.
“Tapi program ini akan terus bertambah. Karena program ini merupakan program presiden yang menyasar semua sekolah mulai dari TK-SMK bahkan juga akan menyasar ibu hamil,” terang Dandim 1516/Lotim, Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, Senin (9/6).
Sejauh ini dapur sehat MBG sudah tersebar di 10 titik yang tersebar di delapan kecamatan, diantaranya, satu dapur di kecamatan Selong, satu di Kecamatan Suralaga, satu dapur di Kecamatan Masbagik, Aikmel, Pringgasela, Kecamatan Sakra dua unit dapur. Labuhan Haji satu dan satu unit di Kecamatan Sembalun.
Satu dapur sehat MBG akan menangani tiga ribu siswa. Masing-masing kecamatan maksimal membutuhkan 4-5 dapur MBG agar semua sekolah bisa terlayani dengan optimal.
“Total siswa yang sudah menerima manfaat MBG di Lotim sebanyak 31. 444 siswa dengan jumlah sekolah sebanyak 175 sekolah,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan MBG di Lotim, sejauh ini MBG diakui berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah yang terlalu menonjol, seperti makanan basi, keracunan dan lainnya.
Kendati demikian, ia mengaku beberapa bulan lalu pihaknya menemukan ada menu MBG yang berulat.
Hal ini diduga karena adanya keteledoran pihak penyelenggara. Namun hal itu sudah diperbaiki. Sehingga sampai saat ini tidak ada lagi makan yang bermasalah ditemukan.
“Alhamdulillah sejauh ini sudah tidak ada lagi yang kami temukan adanya komplain dari siswa dan orang tua terkait makanan yang rusak. Semuanya sudah berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.
Ditargetkan tahun 2025 ini 80-90 persen sekolah di Lotim sudah dapat merasakan manfaat dari program MBG.
Program MBG ini merupakan kegiatan yang linier. Di mana setiap wilayah atau kecamatan memiliki lahan pangan. Sehingga masing-masing dapur sehat bisa mengambil bahan makanan dari daerah tersebut.
Dengan demikian, dapur sehat tidak perlu mengambil bahan makanan dari luar kecamatan, karena sudah memiliki lahan pangan sendiri. Untuk itu diharapkan semua stakeholder dan masyarakat untuk menyiapkan lahan pangan untuk mendukung program MBG di Lotim.
“Kendala kita untuk melakukan pengawasan pengambilan bahkan makanan ini salah satunya ialah kita keterbatasan anggota. Tapi kami sudah himbau kepada dapur sehat yang sudah berjalan supaya mengambil bahan makanan dari wilayah masing-masing,” tutupnya. **
Editor : Pujo Nugroho