Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kurangi Masalah Stunting Lotim, Setiap Dapur Sehat Jangkau 300 Sasaran

Lombok Post Online • Kamis, 12 Juni 2025 | 17:02 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Pemkab Lombok Timur serius memerangi stunting!

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), mereka meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini menyasar ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), ibu nifas, dan ibu menyusui, dengan tujuan utama menurunkan angka stunting di Lombok Timur secara signifikan.

“Peluncuran program MBG di Kecamatan Selong, merupakan tindak lanjut dari peluncuran perdana yang telah kita dilakukan di Kecamatan Aikmel beberapa waktu lalu,” terang Kepala DP3 Lombok Timur H Ahmat, Rabu (11/6).

Program ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan gizi masyarakat. Terutama kelompok rentan yang berperan penting dalam meningkatkan tumbuh kembang anak.

Ditargetkan, masing-masing dapur sehat dapat menjangkau sekitar 300 sasaran. Setiap hari sasaran akan menerima paket makanan bergizi yang terdiri dari nasi, lauk daging, dan buah.

“Sementara untuk kelompok sasaran baduta akan dilakukan penyesuaian menu, karena keterbatasan kemampuan mengunyah pada anak usia dini,” katanya.

MBG ini bukan hanya pembagian makanan terhadap sasaran. Namun merupakan hajat besar Pemkab Lotim dalam mencegah stunting sejak dini.

Sebab masalah stunting saat ini menjadi masalah kesehatan dan prioritas nasional.

“Masalah stunting ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga sangat memengaruhi perkembangan kognitif jangka panjang anak,” imbuhnya.

Sistem pembagian MBG akan disesuaikan dengan kondisi dan strategi masing-masing wilayah. Tergantung kesiapan serta mekanisme yang diterapkan oleh petugas lapangan setempat.

“Ada wilayah yang memilih sistem pembagian langsung ke rumah, ada juga yang menyalurkan melalui posyandu atau dapur sehat,” jelasnya.

Peluncuran MBG di Kecamatan Selong diharapkan menjadi model implementasi yang efektif, dengan tetap memperhatikan kebutuhan lokal serta koordinasi lintas sektor.

SERAHKAN: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur H Ahmat saat membagikan makanan bergizi gratis (MBG) untuk ibu hamil di Kecamatan Selong.
SERAHKAN: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur H Ahmat saat membagikan makanan bergizi gratis (MBG) untuk ibu hamil di Kecamatan Selong.

Semua pihak diharapkan dapat mendukung kelancaran program ini di Lombok Timur, mulai dari kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga keluarga penerima manfaat.

“Dengan adanya dukungan dari semua pihak, kita harapkan kasus stunting di Lotim dapat ditekan. Program ini bukan sekadar distribusi makanan, tapi bagian dari intervensi gizi sensitif yang terintegrasi,” tutupnya. (par/r6)

Editor : Pujo Nugroho
#Mbg #sasaran #dapur sehat #Lombok Timur #Stunting