“Sebelumnya putus total tapi sudah kita perbaiki sehingga bisa dilalui oleh sepeda motor. Kalau mobil sudah tidak bisa masuk,” terang Pokdarwis Pantai Maik Anyar, Kelurahan Ijo Balit Sahibun, Kamis (12/6).
Untuk menghidupkan kembali lokasi wisata tersebut, pengelola memanfaatkan lahan warga sementara waktu, sebagai akses pengunjung masuk berwisata ke pantai.
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir panjang abrasi diperkirakan sekitar 500-600 meter. Kondisi ini diakui terjadi sejak tiga tahun terakhir.
Berbagi upaya telah dilakukan oleh pengelola untuk mengatasi abrasi. Namun besarnya ombak pantai dan tidak adanya pemecah ombak mengakibatkan abrasi terus menerus terjadi.
“Agar tempat wisata ini tetap ramai, satu-satunya cara ialah, kita minta izin kepada warga sementara waktu untuk digunakan kebunnya sebagai jalan masuk ke pantai,” ujarnya.
Diharapkan Dinas Pariwisata Lotim mau membantu pengelola mengatasi masalah abrasi ini untuk pengembangan wisata berkelanjutan.
Abrasi diakui cukup mengganggu dan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke pantai Maik Anyir.
Selain sebagai tempat wisata, lokasi ini juga digunakan sebagai tempat parkir perahu oleh nelayan setempat.
“Kami harap abrasi ini bisa dicarikan solusi, supaya tidak semakin parah. Kalau ini dibiarkan maka pantai ini akan habis, terutama di pintu masuknya,” tutupnya.
Lurah Ijo Balit Hasibullah berharap abrasi yang terjadi setiap tahun dan cukup parah di Pantai Maik Anyir, segera ditangani pihak terkait. Sehingga wisata tersebut kembali ramai pengunjung.
“Terlebih saat ini kita sudah melakukan perombakan pengurus Pokdarwis. Sehingga kita harapkan pengunjungnya lebih banyak lagi,” ujarnya.
Destinasi wisata ini juga digunakan sebagai tempat jual beli ikan langsung oleh nelayan kepada pengunjung pantai.
Sehingga cukup membantu nelayan dan pengunjung tanpa harus di bawa ke pasar.
“Makanya kami berharap masalah abrasi ini segera ditangani agar tidak semakin parah. Karena di sini menjadi perekonomian masyarakat, ”tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam