LombokPost--Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur (Lotim) terpilih mewakili Provinsi NTB lomba desa terbaik dalam pelindung pekerja migran Indonesia (PMI).
Bahkan Desa Borok Toyang saat ini sudah masuk lima besar tingkat nasional.
“Lembaga Sosial Desa(LSD) yang kami bentuk baru satu tahun ini sudah memberikan dampak positif dalam perlindungan PMI di desa kami. Sehingga ini salah satu faktor membuat kami bisa masuk lima besar tingkat Nasional,” terang Kepala Desa Borok Toyang Suparman, Kamis (19/6).
Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh LSD, di antaranya sosialisasi migran aman, pembinaan keluarga PMI, terutama kepada anak-anak PMI.
Karena sasaran lomba ini ialah keluarga PMI sendiri. Mengingat anak-anak PMI yang ditinggal selama ini terkesan ditelantarkan.
Selain itu, fokus pembinaan yang dilakukan LSD Borok Toyang ialah istri PMI.
Sebab di Desa Borok Toyang banyak kasus perceraian terjadi karena ditinggal pergi merantau oleh suaminya. Sehingga yang paling terdampak ialah anak-anak.
“Pembinaan yang kami lakukan bersama LSD ialah melakukan sosialisasi, untuk memberikan pemahaman kepada istri PMI bagaimana cara mengurus rumah tangga ketika ditinggal suami. Kita berikan pemahaman cara merawat diri, berkomunikasi dan lainnya, ”ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan pada tahun 2025 ini, jumlah PMI yang ada di Desa Borok Toyang sebanyak 458 orang dan 24 orang diantaranya perempuan, dengan negara tujuan didominasi ke negara Malaysia.
PMIBaca Juga: Kecewa Penanganan Masalah PMI Lamban di Disnaker, ADBMI Lotim Pilih Lapor Ke Damkarmat
Untuk meminimalisir pemberangkatan PMI secara ilegal, Pemdes Borok Toyang juga memperketat rekomendasi keluar negeri dan berkoordinasi dengan Disnakertrans Lotim.
Termasuk memastikan bahwa tekong atau calo yang merekrut mereka resmi dan memiliki job order.
“Saat mengurus izin kita juga minta supaya calonya juga dihadirkan. Kalau tidak dihadirkan kita tidak berikan izin. Makanya kami terkesan mempersulit masyarakat untuk keluar negeri. Tapi ini sebagai bentuk Pelindungan PMI kita,” katanya.
Sementara itu Wakil Bupati Lotim H Moh Edwin Hadiwijaya Lotim sangat mengapresiasi Desa Borok Toyang yang telah masuk lima besar pelindungan buruh migran.
Hal ini menandakan bahwa desa Borok Toyang telah melakukan hal-hal atau tindakan yang mengarah pada pelindungan buruh migran.
“Ke depan kita harapkan ini bisa kita terapkan di desa-desa yang menjadi kantong PMI. Tanpa harus mengejar prestasi atau hanya sebatas lomba, namun ini akan dilakukan oleh Pemerintah desa dan Kabupaten,” ungkapnya.
Pemkab Lotim telah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan-persoalan PMI di Lotim.
Sehingga ke depan akan disiapkan program-program untuk pelindungan PMI terutama di desa-desa yang menjadi kantong PMI.
Sementara Tim penilaian lomba Desa terbaik pelindungan PMI Kartika menyampaikan selamat kepada desa Borok Toyang karena sudah masuk nominasi lima besar.
Karena untuk masuk nominasi merupakan hal yang tidak mudah.
Lomba desa terbaik pelindungan PMI ini merupakan salah satu dari 12 Lomba yang dilaksanakan dalam rangka festival bangun desa, oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal.
PBaca Juga: Provinsi NTB Jangan Asal Kirim PMI, Begini Komentar Anggota DPR RI Muazzim Akbar
“Lomba ini juga dilaksanakan dengan kerja sama lintas kementerian antara Kementerian desa dan kementerian Pelindungan pekerjaan migran dan Kementerian Ketenagakerjaan. Sejak bulan Mei lalu kami sudah melakukan seleksi,” katanya.
Kata dia dari 54 desa yang mendaftar yang merupakan desa-desa kantong PMI.
Dan yang berhasil lolos hanya 34 desa.
Banyak yang tidak lolos di tahap seleksi administrasi, kemudian menjadi 10 desa dan tersisa lima desa untuk mengikuti penilaian verifikasi. (par)
Editor : Kimda Farida