LombokPost - Polemik teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) yang terjadi beberapa minggu lalu, setelah peneguran wisatawan oleh bupati Lotim mulai memberikan dampak signifikan bagi pelaku wisata dan masyarakat sekitar.
Salah satunya ialah meningkatnya kunjungan wisatawan di Ekas, khususnya wisatawan mancanegara.
"Alhamdulillah sikap tegas pak bupati, memberikan dampak yang sangat signifikan bagi wisata Ekas," terang Irawan alias Kowor Ketua Surf Club Ekas, saat dikonfirmasi Lombok post di Pendopo Bupati Lotim, Jumat (27/6).
Kata dia, jika dipersentasikan setelah polemik itu, terjadi peningkatan kunjungan hingga 70 persen dari sebelumnya. Bahkan beberapa tahun lalu, kondisi Teluk Ekas sangat sepi pengunjung.
Tidak hanya berdampak terhadap kunjungan wisatawan, tapi menjadikan kondisi Teluk Ekas lebih kondusif dan aman. Terlebih semenjak pertemuan bupati Lotim dengan bupati Lombok Tengah (Loteng) beberapa hari lalu.
"Teman-teman kita di Awang Loteng sudah mulai mengerti, jadi tidak ada lagi konflik terjadi. Makanya kami sangat bersyukur dengan sikap tegas dan perhatian Bbpati kemarin terhadap masyarakat dan anak cucunya di selatan," ungkapnya.
Saat ini, kata dia pelaku wisata di Ekas juga kembali berbenah untuk melengkapi berbagai fasilitas pendukung, untuk memberikan rasa nyaman bagi tamu, khususnya tamu mancanegara yang akan surfing di Teluk Ekas.
Beberapa wisatawan mancanegara juga sudah mulai beralih menggunakan speda motor ke Teluk Ekas, tidak seperti sebelum kejadian, banyak menggunakan perahu.
"Kami juga sudah diberikan bantuan perahu oleh pak bupati untuk melayani tamu. Konflik Ekas akhirnya bisa selesai setalah tiga tahun masalah ini tidak kunjung selesai," ungkapnya.
Salah satu tokoh masyarakat Jerowaru, Hasan Gauk sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada bupati Lotim atas sikap tegasnya. Meski pun mendapatkan berbagai respons dari masyarakat, Namun tindakan itu dinilai dapat menyelesaikan permasalahan Ekas yang sudah terjadi 3,8 tahun itu.
"Saya tidak sia-sia pilih bapak jadi bupati. Masalah ini sudah lama terjadi tapi baru sekarang bisa terselesaikan," tutupnya.
Editor : Prihadi Zoldic