LombokPost - Kapal yang membawa tujuh orang nelayan dari Teluk Ekas, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, menuju Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, tenggelam. Kapal dihantam ombak besar di Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru.
“Setelah dapat informasi ada kapal nelayan tenggelam, kami langsung menuju lokasi bersama tim untuk melakukan evakuasi korban,” terang Kasat Polairud Lotim AKP Sudarman, Jumat (4/7).
Ia menjelaskan, kapal nelayan yang dinahkodai nelayan bernama Ahmad itu berangkat dari Pantai Ekas menuju Tanjung Luar.
Namun, saat berada di tengah perjalanan, kapal dihantam ombak besar dan cuaca buruk, sehingga tidak dapat dikendalikan dan akhirnya tenggelam.
Tujuh orang yang berada di atas kapal tersebut seluruhnya merupakan warga Desa Tanjung Luar. Mereka adalah Ahmad, 50 tahun; Sumadi, 57 tahun; Supardi, 50 tahun; Ardian, 23 tahun; Adis, 16 tahun; Regi, 21 tahun; dan Arya, 21 tahun.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Semua nelayan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan sehat,” ujarnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat tentang kewaspadaan terhadap cuaca buruk, terutama saat berada di tengah laut. Terlebih, saat ini sedang memasuki musim angin kencang.
Sudarman juga mengimbau para nelayan agar selalu memantau prakiraan cuaca sebelum melaut.
Serta menggunakan perlengkapan keselamatan standar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Osman membenarkan kejadian tersebut.
Kapal nelayan tersebut berangkat dari Teluk Ekas sekitar pukul 03.00 Wita menuju Tanjung Luar. Namun di tengah perjalanan, kapal dihantam ombak besar akibat cuaca buruk.
“Alhamdulillah pukul 06.00 Wita mereka sudah berhasil dievakuasi oleh tim Polairud, dan semuanya selamat serta dalam keadaan sehat,” singkatnya. (par/r7)
Editor : Pujo Nugroho