Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

800 Penderita TBC di Lotim Sembuh

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 9 Juli 2025 | 20:14 WIB
H Pathurrahman
H Pathurrahman

LombokPost - Dinas Kesehatan Lombok Timur mencatat 1.069 kasus Tuberkulosis (TBC) hingga Juni 2025. Dari jumlah itu, 966 pasien dinyatakan positif dan lebih dari 800 di antaranya mulai sembuh setelah menjalani pengobatan lengkap.

“Dari 966 yang positif ini, sebanyak 800 lebih dinyatakan sudah mulai sembuh dengan pengobatan lengkap. Ini artinya, kasus TBC bisa sembuh,” terang Kepala Dikes Lotim H Pathurrahman, Selasa (8/7).

Ia mengatakan, jumlah pasien TBC yang meninggal tidak terlalu banyak. Tingkat kesembuhan dinilai cukup tinggi, asalkan pasien konsisten mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Meski jumlah obat yang harus dikonsumsi cukup banyak, pasien diyakini akan sembuh lebih cepat jika disiplin. Karena itu, pihak keluarga diminta ikut mengawasi agar pasien rutin meminum obat.

“Memastikan bahwa penderita tetap disiplin dan teratur minum obatnya,” imbuhnya.

Menurutnya, TBC bisa menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga orang tua. Namun sebagian besar kasus di Lotim saat ini ditemukan pada usia dewasa. Selain TBC paru, kasus TBC tulang juga ditemukan, meski jumlahnya sangat sedikit.

“Ada yang kita temukan,” katanya.

Sementara itu, Kabid P3KL Dinas Kesehatan Lotim Budiman Satriadi menambahkan, TBC masih menjadi salah satu penyakit yang cukup tinggi terjadi di masyarakat. Pada 2024, tercatat 2.364 kasus ditemukan dari target 3.900 kasus.

“Target kasus yang harus kita temukan tahun 2025 ini sama seperti 2024. Dan tahun 2024 lalu, 180 kasus kita temukan pada anak,” katanya.

Penderita TBC membutuhkan waktu pengobatan minimal enam bulan. Namun bagi yang sudah resisten obat, masa pengobatan bisa mencapai satu tahun.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah dan menangani TBC, termasuk pemeriksaan dini terhadap masyarakat yang memiliki gejala seperti batuk, nyeri dada, keringat malam tanpa aktivitas, dan batuk berdahak.

“Kasus TBC menjadi masalah serius di Indonesia dan merupakan salah satu program prioritas nasional. Kami harap masyarakat yang memiliki gejala TBC agar secepatnya memeriksakan diri, agar bisa segera ditangani,” tutupnya. (par/r7) 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kasus #pengobatan #Dikes #Lotim #TBC