Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jejak Tangguh Abu Icin, Pionir SAR dan Pendaki Gunung Rinjani yang Tak Kenal Usia (3-Habis), Taklukkan Rinjani 300 Kali

Lombok Post Online • Rabu, 16 Juli 2025 | 19:29 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

Ia tak sekadar menjejakkan kaki di puncak, tapi menaklukkan setiap jengkal Rinjani dengan keberanian dan tekad baja.

Abu Icin, pendaki kawakan asal Lombok Timur, telah lebih dari 300 kali naik turun Rinjani, menembus jalur-jalur ekstrem.

Hingga menemukan puncak yang bahkan belum pernah dijejak pendaki lain.

Selain menjadi relawan SAR, Abu Icin dikenal sebagai pendaki tangguh. Sejak pertama kali menjejak puncak Rinjani pada 1987, ia telah mendakinya lebih dari 300 kali. Itu belum termasuk pendakian ke gunung-gunung lain seperti Bromo, Tambora, Agung, Kerinci, dan lainnya.

Menurutnya, mendaki membuat tubuhnya tetap sehat. Setiap racun dalam tubuh seperti terbuang, berganti oksigen segar yang dihirup sepanjang perjalanan di pegunungan. Belum lagi pemandangan alam yang selalu memanjakan mata.

"Alhamdulillah berkat sering mendaki, badan lebih sehat. Selama ini tidak pernah sampai masuk rumah sakit, mudah-mudahan tetap sehat. Ini salah satu dampak mendaki yang saya rasakan," kata Abu Icin.

Semua jalur pendakian Rinjani sudah pernah ia lalui. Bahkan, ia termasuk orang yang merintis jalur pendakian Timbanuh di Kecamatan Pringgasela. Jalur itu ia tembus bersama timnya hingga ke Segara Anak pada 2003, dua tahun setelah mulai merintis.

Pembuatan jalur Timbanuh berangkat dari tingginya mitos di kalangan masyarakat soal angkernya jalur tersebut. Rasa penasaran membuatnya membentuk tim yang ia sebut tim bedah mitos, untuk membuktikan langsung cerita-cerita yang berkembang.

"Mitos tentang Rinjani dulu sangat tinggi. Makanya kami ingin buktikan. Dari arah Timbanuh katanya makhluk halusnya sangat banyak, dan siapa pun yang lewat dari sana tidak bisa balik lagi," ungkapnya.

Salah satu anggota timnya bahkan berasal dari keturunan yang diyakini tak boleh ke gunung hingga tujuh turunan. Jika nekat, katanya, orang itu akan hilang dan tak akan pernah kembali. Hal itu justru membuat Abu Icin semakin tertantang membuka jalur.

Saat mulai merintis pada 2002, hutan di sekitar jalur terbakar hebat. Ia terjebak di tengah kobaran api selama berjam-jam, bahkan sempat dikira sudah tewas. Akibatnya, upaya membuka jalur tertunda hingga 2003.

"Salah satu tanda bahwa kami sudah tembus di danau, kita disuruh bawa pulang ikan," katanya.

Setelah Timbanuh berhasil dibuka, ia kembali menantang diri menembus Puncak Selatan Rinjani. Saat itu belum ada seorang pun yang berhasil naik ke sana karena medannya sangat ekstrem dan terjal.

Akhir 2003, seorang peneliti asal Jepang datang ke Rinjani untuk riset gunung berapi. Abu Icin ditunjuk mendampingi selama sebulan. Puncak yang dituju peneliti itu adalah puncak selatan.

MENAKLUKKAN PUNCAK: Abu Icin saat tiba di puncak selatan atau Puncak Sangar Gunung Rinjani beberapa waktu lalu.
MENAKLUKKAN PUNCAK: Abu Icin saat tiba di puncak selatan atau Puncak Sangar Gunung Rinjani beberapa waktu lalu.

"Selama satu bulan itu, saya bolak-balik turun naik Pelawangan untuk beli makanan dan minuman. Dan saat hendak menuju puncak selatan tidak ada yang sanggup menemani, akhirnya saya sendiri yang naik dengan tim dari Jepang," kenangnya.

Meski belum ada pendaki yang pernah sampai, Abu Icin nekat menemani peneliti Jepang itu hingga akhirnya berhasil menembus puncak selatan. Ia menamai titik itu Puncak Sangar.

Tak puas sekali, ia kembali naik ke Puncak Sangar bersama empat orang timnya. Pendakian kedua itu kembali sukses. "Pada tahun 2006 kami nekat mau naik lagi ke Puncak Sangar kemudian turun ke kawah dan naik ke Puncak Rinjani. Tapi saat tiba di Puncak Sangar terjadi badai, sehingga kami memutuskan untuk turun," katanya.

Hingga kini, baru 52 orang yang berhasil menembus Puncak Sangar. Setiap ekspedisi selalu didampingi Abu Icin. Medannya dikenal ekstrem dan curam. Pendaki harus membawa perlengkapan lengkap dan surat rekomendasi dari TNGR karena jalur itu tidak dibuka untuk umum.

Semua sisi Rinjani telah ditembusnya. Berkat pengalaman itu, Abu Icin dijuluki Sang Penakluk Rinjani. Ia menjadi satu-satunya trekking organizer (TO) pendakian tertua yang masih aktif mendampingi pendaki ke Rinjani.

"Hampir tidak ada jalur yang tidak pernah saya lalui. Alhamdulillah sampai saat ini masih aktif menemani tamu untuk mendaki ke Gunung Rinjani. InsyaAllah masih kuat turun naik," tutupnya. (SUPARDI, Lombok Timur/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#Ekstrem #pendaki #puncak #rinjani #curam #pegunungan