LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) menyalurkan 2.588 ton beras bantuan pangan bagi masyarakat miskin.
Penyaluran yang dilakukan bersama Bulog ini sekaligus untuk alokasi dua bulan, di tengah ancaman kekurangan pangan selama musim kemarau.
“Penyaluran bulan ini masing-masing penerima mendapat 20 kilogram. Kami targetkan tuntas pada 25 Juli,” terang Kepala Cabang Bulog Lotim Supermansah, Rabu (16/7).
Jumlah penerima tahun ini sebanyak 129.438 orang, berkurang dibanding tahun lalu yang mencapai 155 ribu lebih.
Ia mengatakan, penyaluran bantuan pangan untuk sementara hanya berlangsung Juni-Juli.
Bulog masih menunggu regulasi pusat terkait kelanjutan penyaluran di bulan berikutnya.
“Sementara ini instruksi penyaluran hanya sampai Juli. Apakah berlanjut sampai Desember atau tidak, kami tunggu instruksi pusat,” katanya.
Bupati Lotim Haerul Warisin menegaskan, bantuan pangan ini untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Pemerintah juga berupaya membuka lahan baru untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.
“Presiden sudah meminta agar kita menjaga kedaulatan pangan dengan membuka lahan baru untuk ditanami padi, supaya stok pangan tetap tersedia,” terang Iron, sapaan karibnya.
Menurutnya, ketersediaan pangan sangat penting di tengah kondisi cuaca dan situasi dunia saat ini yang tidak memungkinkan untuk mengimpor.
Karena Itu, daerah diminta menjaga ketahanan pangan masing-masing.
Ia bersyukur kondisi pangan di Lotim masih aman dan mencukupi. Bahkan Lotim tetap menjadi kabupaten penyangga pangan nasional.
“Sekarang sudah memasuki kemarau. Artinya, kita sudah di bulan kering. Produksi di lapangan tidak ada lagi, sehingga masyarakat berpotensi kekurangan pangan. Itulah sebabnya pemerintah menyalurkan bantuan hari ini,” jelasnya.
Di sisi lain, stok beras di gudang Bulog Lotim masih melimpah, bahkan over kapasitas.
Untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan bebas pungutan liar, Pemkab Lotim bersama Bulog membentuk tim pengawas hingga tingkat desa.
“Ada petugas yang mengawal distribusi bantuan ini. Kami juga minta desa dan stafnya ikut mengawasi agar tidak salah sasaran dan bebas pungli,” tutupnya.
Editor : Kimda Farida