LombokPost-Bulog Lombok Timur menjamin stok beras aman hingga dua tahun ke depan. Bahkan gudang penyimpanan kini over kapasitas akibat tingginya serapan gabah petani.
“Stok beras kita saat ini sebanyak 35 ribu ton. Insya Allah cukup sampai tahun depan, bahkan aman sampai dua tahun. Stok saat ini menjadi terbanyak sepanjang sejarah di Lotim,” terang Kepala Cabang Bulog Lotim Supermansah, Kamis (17/7).
Banyaknya stok beras ini salah satunya disebabkan tingginya harga pembelian pemerintah (HPP) gabah di tingkat petani saat panen raya lalu, yakni Rp 6.500 per kilogram.
Selain itu, masifnya koordinasi bersama semua pihak, termasuk melibatkan TNI dalam penyerapan gabah petani, ikut mendorong peningkatan stok.
Supermansah mengatakan, tingginya stok beras membuat gudang Bulog Lotim over kapasitas. Kapasitas gudang hanya 25 ribu ton.
Sementara hasil penyerapan mencapai 35 ribu ton. Sebagai solusi, Bulog menyewa tujuh gudang tambahan.
Ketersediaan stok saat ini diharapkan mampu menstabilkan harga beras di tengah masyarakat yang mulai merangkak naik.
Terlebih, target pengadaan beras SPHP Bulog Lotim tahun ini sebanyak 5 ribu ton, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 11 ribu per kilogram.
Baca Juga: Bulog Lotim Siap Dukung Koperasi Merah Putih
“Kehadiran beras SPHP ini akan berpengaruh besar terhadap harga beras di masyarakat. Karena harga di masyarakat saat ini sudah Rp 13 ribu per kilogram,” katanya.
Ia menambahkan, pembuatan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai mitra Bulog untuk penyaluran beras SPHP tahun ini diperketat pemerintah.
Langkah ini untuk mengantisipasi adanya oknum yang memainkan harga di masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lotim H Haerul Warisin bersyukur dengan stok pangan yang dimiliki saat ini.
Ia menilai ketersediaan pangan sangat dibutuhkan, terutama di tengah situasi cuaca dan kondisi dunia saat ini yang tidak memungkinkan untuk impor dari luar negeri.
“Kita patut bersyukur kondisi pangan Lotim saat ini masih aman dan tercukupi. Sehingga kekurangan pangan bisa kita antisipasi, bahkan Lotim sampai saat ini masih menjadi kabupaten penyangga pangan nasional,” terangnya.
Ia mengatakan saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga produksi padi mulai berkurang.
Namun dengan stok beras di Bulog yang cukup banyak, kebutuhan pangan Lotim tetap aman untuk beberapa tahun ke depan.
“Bahkan stok tahun ini menjadi terbanyak, sampai gudang Bulog over kapasitas untuk menampung beras,” tutupnya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida