LombokPost - Sebagai ebuah langkah strategis, Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Lombok Timur, melalui Lajnah Kerja Sama Pondok Pesantren meluncurkan Forum Komunikasi dan Kerja Sama Pondok Pesantren NWDI Lombok Timur, (26/7).
Forum ini dibentuk sebagai wadah kolaboratif bagi seluruh pondok pesantren yang berafiliasi dengan NWDI untuk memperkuat jaringan, berbagi inovasi, serta mendorong kemandirian pesantren.
Pembentukan forum ini merupakan respons atas kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi pesantren, dan digitalisasi pembelajaran.
Menurut H Saipunnasri, ketua Lajnah Kerja Sama Pondok Pesantren NWDI, forum ini memiliki tujuan yang sangat jelas.
"Forum ini bukanlah struktur organisasi baru, melainkan ruang gerak kolaboratif bagi seluruh pondok pesantren NWDI untuk saling menguatkan, berbagi inovasi, dan memperkuat kemandirian," jelasnya.
Peluncuran forum ini juga menjadi momentum awal penyusunan berbagai program prioritas, seperti:
1. Pelatihan guru pesantren untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren.
2. Pemetaan potensi pesantren untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing pesantren.
3. Penguatan ekonomi berbasis pesantren untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren.
Ketua I PD NWDI Lombok Timur H Hamdan menegaskan forum ini akan menjadi mitra resmi dan strategis bagi NWDI dalam merealisasikan visi besar:
"Dengan forum ini, semangat berjamaah dalam penguatan akan semakin terasa di lingkungan pesantren afiliasi NWDI," terangnya.
Forum ini diharapkan menjadi model kerja sama antarpondok pesantren berbasis nilai-nilai keislaman, jejaring, dan inovasi, khususnya dalam keluarga besar NWDI.
Dengan demikian, forum ini dapat menjadi contoh bagi pesantren lain dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing mereka.
Dengan peluncuran forum ini, PD NWDI Lombok Timur berharap dapat memperkuat jaringan dan kemandirian pesantren di wilayah Lombok Timur, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi pesantren. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic