LombokPost - Mengantisipasi adanya tindakan anarkis yang dapat menimbulkan kerusuhan pada saat aksi demonstrasi yang digelar oleh ratusan mahasiswa Lombok Timur (Lotim) di Kantor Bupati Lotim, Polres dan DPRD Lotim, sejumlah sekolah di Selong terpaksa belajar dari rumah.
“Iya betul, hari ini anak-anak kita suruh belajar dari rumah, ini berdasarkan himbauan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim,” terang Kepala Sekolah SDN 2 Sandubaya, Fathurrahman saat ditemui di ruangannya, Senin (1/9).
Kata dia, proses belajar mengajar dilakukan dari rumah masing-masing, dengan cara murid diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.
“Isunya sangat kuat, ini sebagai langkah preventif kita. Seluruh peserta didik kita harapkan untuk belajar di rumahnya masing-masing dengan pemantauan bapak ibu Guru,” tutupnya. (par/r6)
Editor : Prihadi Zoldic