Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengunjungi Embulan Cafe di Tengah Sejuknya Hawa Lenek Hadir sebagai Ruang Pemberdayaan dan Ekonomi Pemuda

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 4 September 2025 | 07:17 WIB
Sejumlah anak muda yang Nongkrong di Embulan Cafe Desa Lenek Daya, sambil menikmati minuman dan makanan khas Embulan cafe.
Sejumlah anak muda yang Nongkrong di Embulan Cafe Desa Lenek Daya, sambil menikmati minuman dan makanan khas Embulan cafe.

LombokPost-Di tepi sungai jernih dengan hawa sejuk Lenek, berdiri sebuah kafe sederhana. Namanya Embulan Café. Bukan sekadar tempat tongkrongan, kafe ini hadir sebagai ruang kreatif pemuda sekaligus penggerak ekonomi baru bagi warga Desa Lenek Daya, Lombok Timur (Lotim).

Tidak jauh dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur (Lotim), ada sebuah destinasi alam yang terletak di Dusun Baru Desa Lenek Daya, Kecamatan Lenek. Tempat ini hampir tidak pernah sepi dari pengunjung, terutama pada akhir pekan.

Wisata alam tersebut bukan hanya menyuguhkan pemandangan asri dan udara sejuk. Kini hadir pula sebuah tempat tongkrongan yang menambah daya tarik, yakni Embulan Cafe. Berada di tepi aliran sungai jernih dengan hawa sejuk khas pegunungan, kafe ini menjadi pelengkap wisata sekaligus magnet baru bagi pengunjung.

Namun Embulan Cafe bukan sekadar tempat nongkrong atau fasilitas tambahan wisata. Kehadirannya justru menjadi wadah pemberdayaan pemuda setempat.

Pembina Embulan Cafe, Suryadi Jaya Purnama mengatakan, kafe ini memiliki jargon rasa lama dalam pelukan alam. Menurutnya, kafe ini dibentuk sebagai ruang kreativitas sekaligus penggerak ekonomi pemuda dan masyarakat sekitar.

“Kafe ini belum lama dibentuk. Ini kita bentuk sebagai wadah anak-anak muda mengembangkan bakat dan kreativitas mereka,” terang pria yang akrab disapa SJP itu, Selasa (2/9).

Ia menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif pemuda untuk membuka usaha. Langkah tersebut dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi, khususnya di kalangan anak muda.

Karena itu, ia mengapresiasi hadirnya Embulan Cafe dan siap memfasilitasi para pemuda berkreasi. Lotim, khususnya Desa Lenek Daya, bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga memiliki potensi wisata kuliner.

“Kreativitas pemuda seperti inilah yang harus kita fasilitasi dan berikan dukungan, supaya kreativitas mereka bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi mereka, terutama dari segi ekonomi,” katanya.

Suryadi mengakui lahirnya Embulan Cafe berangkat dari keinginannya membangkitkan jiwa wirausaha generasi muda setempat agar muncul pengusaha-pengusaha muda di Lotim. Ia pun berkomitmen memberikan dukungan dan pendampingan agar usaha yang dirintis anak muda bisa terus berkembang.

“Kita siap berikan pendampingan kepada mereka, supaya usaha yang mereka jalankan betul-betul berjalan dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Nama Embulan sendiri dipilih karena memiliki makna khusus. Selain merujuk pada sumber mata air, Embulan juga dimaknai sebagai simbol kesejukan dan keakraban.

Di kafe ini tersedia beragam sajian, mulai dari aneka kopi lokal hingga racikan khas yang diolah langsung oleh pemuda setempat. Kehadirannya diharapkan bukan hanya sebagai alternatif wisata kuliner, tetapi juga ruang kreatif baru bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini sebagai langkah untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang sukses di Lotim, khususnya di Desa Lenek Daya sendiri,” ungkapnya.  

Editor : Akbar Sirinawa
#tongkrongan #Pemberdayaan #cafe