LombokPost - Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Satgas Pangan Mabes Polri menggelar panen raya bawang putih di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun.
Acara ini menjadi langkah awal pengembangan bawang putih untuk mencapai swasembada nasional.
Ini agenda lanjutan setelah tanam raya perdana bawang putih Juli 2025 lalu.
"Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tanam raya perdana bawang putih yang kita lakukan bersama Kementan dan HIMPUNI pada Juni 2025 lalu," terang Badan Eksekutif HIMPUNI S Hadi Sutarto, Kamis (11/9).
Ia menyebut, panen bawang putih ini menjadi terobosan awal pengembangan komoditas bawang putih di Indonesia. Upaya ini menargetkan produktivitas 20 ton per hektare. Pada tahap awal, pengembangan dilakukan di lahan seluas 10 hektare oleh satu kelompok tani.
Jika target tercapai, Kementan RI akan memperluas penanaman hingga 100 hektare. Menurutnya, Sembalun memiliki potensi besar untuk menjadi sentra bawang putih nasional.
"Langkah ini akan menjadi contoh nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya komoditas bawang putih yang selama ini masih bergantung pada impor," jelasnya.
Ia optimis dengan dukungan lahan dan iklim, Kecamatan Sembalun mampu berkontribusi mewujudkan swasembada bawang putih nasional.
Karena itu, pihaknya berkomitmen mendampingi petani melalui riset, inovasi, serta memperluas hilirisasi bawang putih lewat jejaring perguruan tinggi dan mitra industri.
Perwakilan Kementan RI Inti Pertiwi Nashwari menambahkan, hasil panen kali ini melebihi target Kementan, yakni 21,6 ton per hektare dari target 20 ton.
Ia yakin hasil panen akan lebih tinggi jika dilakukan pada musim tanam ideal.
"Masa tanam kemarin tidak pada musim tanam. Musim tanam bawang di Sembalun idealnya Februari, Maret, dan April. Sehingga bisa dibayangkan jika pada musim idealnya kita tanam, maka hasilnya akan lebih banyak," jelasnya.
Menurutnya, hasil panen kali ini juga akan dijadikan benih. Mengingat Indonesia masih kekurangan benih, Sembalun akan difokuskan sebagai sentra produksi benih bawang putih nasional.
"Kita akan fokus di Sembalun dulu untuk pengembangan benih ini, karena hasilnya sangat luar biasa. Kalau sudah berhasil di Sembalun kita akan kembangkan di tempat lain. Sembalun memiliki dua varietas andalan yakni varietas lumbung putih dan sangga Sembalun," tutupnya.
Ketua Kelompok Tani Pusuk Pujata Egi menambahkan, bawang putih yang dipanen merupakan program HIMPUNI atas arahan Kementan, dengan target 20 ton per hektare di lahan seluas 10 hektare.
"Alhamdulillah target kita sudah tercapai dengan hasil 21,6 ton per hektare. Bawang putih ini nantinya akan dijadikan benih. Setelah panen dilakukan penjemuran, kemudian sertifikasi, sampai ditanam kembali," ungkapnya.
Benih yang dihasilkan akan dikembangkan kembali di Sembalun pada musim tanam berikutnya.
Setelah hasil melimpah baru dikirim ke luar daerah. HIMPUNI memberikan benih, pupuk, dan lainnya dengan sistem bagi hasil bersama kelompok tani.
"Sembalun ditargetkan menjadi sentral benih bawang putih di Indonesia. Karena produksi bawang putih Sembalun sangat berkualitas," tutupnya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida