Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pastikan Aktivitas Masyarakat tidak Terganggu, Pemkab Lotim Akan Bangun Jembatan Darurat

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 23 September 2025 | 20:38 WIB
Sejumlah warga sedang melihat jembatan penghubung Desa Teko dan Desa Apit Aik yang nyaris putus akibat di terjang air sungai tanggek
Sejumlah warga sedang melihat jembatan penghubung Desa Teko dan Desa Apit Aik yang nyaris putus akibat di terjang air sungai tanggek

LombokPost - Pemkab Lombok Timur (Lotim) akan membangun jembatan darurat penghubung Desa Teko dan Desa Apit Aik. Jembatan sebelumnya, rusak setelah diterjang banjir Kamis (18/9). Langkah ini diambil agar aktivitas warga di dua desa tetap berjalan.

“Sudah kita tinjau kondisi terputusnya akses vital bagi ribuan warga di dua desa itu,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Senin (22/9).

Ia mengatakan, perbaikan jembatan tersebut sudah lama diusulkan ke pemerintah pusat, namun masih dalam proses. Karena itu, dalam waktu dekat akan dibuat jembatan sementara agar aktivitas tidak terganggu, terutama bagi anak sekolah dan pedagang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lotim Achmad Dewanto Hadi menyampaikan, pihaknya telah meninjau langsung kondisi jembatan. Hasilnya, jembatan sudah tidak bisa difungsikan dan ditutup.

“Jembatan ini menjadi satu-satunya akses penghubung antara Desa Teko dengan Desa Apit Aik. Mobilitas masyarakat di jalan itu cukup tinggi karena tidak jauh dari jembatan ada pasar Apit Aik,” katanya.

Menurutnya, jembatan darurat sulit dibangun karena bentangannya cukup panjang. Untuk pejalan kaki jembatan dinilai masih bisa dilalui, namun disarankan tetap ditutup demi keselamatan.


Perbaikan jembatan sebenarnya sudah lama direncanakan. Desain pembangunan bahkan telah disiapkan dan diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kalau memang tidak bisa dialokasikan melalui BNPB, kita akan coba ajukan penganggarannya melalui APBD tahun 2026. Karena kondisi jembatan harus dibangun ulang dengan bentangan lebih panjang agar lebih aman,” katanya.

Pembangunan jembatan diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 17 miliar. Perencanaan sebelumnya hanya sekitar Rp 10,5 miliar.

“Karena kondisi sekarang membutuhkan penyesuaian, maka membutuhkan anggaran yang lebih besar dari perencanaan sebelumnya,” tutupnya. (par/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#Jembataan #Banjir #Lotim