Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Norita Febriyana, Siswi MAN 1 Lotim yang Langganan Juara Bela Diri

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 24 September 2025 | 17:20 WIB
Photo
Photo

Norita Febriyana Siswi XII IPA, satu dari puluhan siswa berprestasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Timur (Lotim).

Bahkan ia menjadi salah satu siswi langganan juara di berbagai lomba khususnya dalam bidang seni bela diri. Berikut ulasannya.

Prestasi siswa MAN 1 Lombok Timur (Lotim) terus mengalir. Hampir setiap bulan, puluhan siswa madrasah yang berlokasi di samping Gelanggang Olahraga (GOR) Lalu Muhsinin itu mengikuti berbagai lomba, baik akademik maupun nonakademik.

Salah satunya Norita Febriyana, siswi kelas XII IPA.

Norita meraih juara 1 pada seleksi PON bela diri tingkat NTB.

Ia menjadi satu-satunya atlet yang akan mewakili NTB pada PON bela diri tingkat nasional di Kudus, Jawa Tengah.

Nora menyebut, prestasi seleksi PON bela diri tingkat NTB bukan yang pertama diraih, melainkan sudah belasan kali.

Hampir setiap tahun ia selalu diutus mengikuti lomba hingga tingkat nasional. 

“Kemarin yang mengikuti seleksi untuk PON bela diri 2025 ini enam orang untuk seni bela diri. Tapi dari enam itu hanya saya yang lolos ke tingkat nasional,” terang Norita Febriyana saat ditemui di sekolahnya, Selasa (23/9).

Ia menceritakan, awal bergelut di dunia seni bela diri sejak kelas III SD.

Saat itu ia penasaran sehingga memutuskan ikut latihan di salah satu perguruan di Lotim.

Setelah beberapa bulan latihan, ia diutus mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2017.

Namun saat itu hanya sampai di tingkat kabupaten.

“Pada tahun 2018 saya kembali ikut O2SN dan berhasil meraih juara III tingkat nasional. Di tahun itu saya juga dapat juara 3 pada ajang Pekan Olahraga Wilayah (Pokwil) tingkat nasional,” katanya.

Keberhasilan ini diakui tidak lepas dari dukungan orang tua, keluarga, dan guru di sekolah. Semua prestasi juga merupakan buah kerja keras bertahun-tahun.

Di tengah kesibukan sebagai pelajar, ia hampir tidak pernah absen latihan. Ia juga kerap berlatih mandiri di rumah. Terlebih menjelang lomba, latihan dilakukan lebih intens.

“Kalau mendekati lomba, biasanya latihannya lebih intens. Selain latihan di sekolah dan di perguruan. Saya juga latihan tambahan setiap hari di rumah. Di perguruan latihannya setiap hari libur hari Minggu saja,” katanya.

Ia bercerita beberapa minggu sebelum lomba, pihak sekolah biasanya memberi keringanan belajar agar bisa fokus latihan.

Selain dukungan sarana latihan, sekolah juga menyiapkan reward setiap kali siswa mengikuti lomba. Hal itu menjadi penyemangat tambahan.

“Kami sangat berterima kasih kepada sekolah, terutama pak kepala sekolah yang selalu mendukung kami,” ujar perempuan asal Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong ini.

Pada PON mendatang, ia menargetkan bisa membawa pulang medali emas untuk membanggakan orang tua, serta mengharumkan nama MAN 1 Lotim dan daerah di tingkat nasional.

Diharapkan segudang prestasi ini bisa menjadi jalan baginya untuk menjadi atlet profesional yang mewakili NTB dan Indonesia di kancah internasional.

Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni menyampaikan, setiap bulan MAN 1 Lotim mengirim 40 hingga 60 siswa untuk mengikuti berbagai lomba, baik akademik maupun nonakademik, mulai tingkat kabupaten hingga nasional.

“Bulan ini ada 60 orang yang sudah kita kirim untuk mengikuti berbagai macam lomba. Dan sekolah selalu menyiapkan reward bagi mereka,” katanya. (*/r7)

Editor : Kimda Farida
#berprestasi #atlet #Lotim #MAN 1 Lotim