Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Realisasi PAD Lombok Timur Mencapai Rp 377 Miliar, Pendapatan Sektor Pajak MBLB Masih Jauh dari Target

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 27 September 2025 | 09:27 WIB
Muksin
Muksin

LombokPost - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) semakin percaya diri menatap akhir tahun. Hingga triwulan ketiga, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah menembus Rp 377 miliar atau 72 persen dari target, membuat capaian Rp 500 miliar diyakini bisa digapai.

"Kalau tidak bisa tercapai 100 persen, Insya Allah Rp 500 miliar bisa kita capai. Karena progres capaian PAD kita tahun ini cukup bagus," terang Kepala Bapenda Lotim Muksin, Jumat (26/9).

Dari 20 OPD penghasil PAD di Lotim, baru dua yang sudah mencapai target, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Perhubungan. Keduanya dinilai cepat memenuhi target karena jumlah PAD yang dipatok kecil.

"Dua OPD ini target PAD hanya Rp 1,4 miliar. Karena tahun ini target PAD masing-masing OPD kita rasionalkan. Tapi di dua OPD yang sudah Rp 100 persen ini, kita sudah naikkan lagi target mereka dari Rp 1,4 miliar menjadi Rp 1,6 miliar," jelasnya.

Selain dua OPD tersebut, beberapa instansi juga menunjukkan capaian positif. RSUD dr Soedjono Selong misalnya, sudah mencapai 72 persen dari target, sehingga targetnya kembali dinaikkan Bapenda.

Melihat tren ini, Muksin optimis PAD Lotim tahun ini meningkat. Sektor yang menjadi penyumbang besar adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB).

"Salah satu pendongkrak PAD kita tahun ini adanya PKB, karena sekarang itu menjadi PAD kita. Ini juga daya dukungnya terhadap PAD kita sangat bagus, di samping rumah sakit," katanya.

Namun, pendapatan dari sektor Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C masih jauh dari target. Dari Rp 22,8 miliar yang ditetapkan, baru Rp 5 miliar yang terealisasi.

"Kalau OPD yang paling rendah capaiannya adalah Dinas Perindustrian dan Disnakertrans. Makanya ke depan kami ingin mengeluarkan dua OPD ini dari OPD penghasil PAD," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya menyebut, Pemkab Lotim fokus meningkatkan PAD dari sektor PKB. Sebab, 66 persen penerimaan pajak kendaraan langsung masuk kas daerah sehingga diharapkan menjadi sumber pendapatan signifikan.

"Target penarikan PKB di Lotim tahun ini sebesar Rp 77 miliar. Untuk mengejar target itu, kita akan mendekatkan pelayanan pembayaran pajak kepada masyarakat dengan menyiapkan lokasi pembayaran di setiap kecamatan," tegasnya. (par/r7)

 

Editor : Jelo Sangaji
#Pajak #Lotim #PAD (Pendapatan Asli Daerah)