Parasnya yang ayu dan masih berstatus single membuat laki-laki tertarik dan ingin melamar guru honorer ini. Termasuk sang oknum kepala sekolah tempat dia mengabdi.
Oknum kepala sekolah ini diduga kerap menyampaikan lamaran langsung ke guru honorer EM, namun selalu ditolaknya
Pengakuan ini didapat LombokPost dari SY yang merupakan saudara guru honorer EM saat dikonfirmasi via telepon Senin (29/9).
"Oknum Kepsek ini sudah sering mengajak adik saya (guru honorer EM) untuk menikah, tapi tidak pernah direspon oleh adik saya," begitu pengakuan SY.
Kenapa SY merasa harus mengungkap hal ini ke publik, karena konon guru honorer EM diduga diancam akan dikeluarkan dari data pokok pendidikan (Dapodik) oleh oknum kepala sekolah (Kepsek) inisial NT, gegara guru honorer EM menolak ajakan Kepsek menikah.
Pengancaman itu terjadi ketika guru honorer EM menanyakan kepada oknum kepala sekolah tersebut apakah dirinya bisa mengikuti PPG atau tidak. Namun oknum kepala sekolah menjawab, jika tidak menerima tawarannya akan dikeluarkan dari Dapodik.
Awalnya SY tak serta merta mempercayai pengakuan guru honorer EM. Dia pun langsung mengecek data EM di dapodik, dan benar akun EM sudah tidak bisa login. Sehingga SY menduga data EM telah dihapus dari dapodik oleh oknum kepala sekolah.
Sejak saat itu guru honorer EM tidak ke sekolah untuk mengajar karena masih mengalami trauma.
“Kemungkinan datanya sudah terhapus atau password akun adik saya diganti. Karena datanya juga dipegang oleh Kasek tersebut," katanya.
Sementara itu pengurus yayasan inisial IF menyampaikan akan mengkonfirmasi masalah tersebut ke yang bersangkutan.
Jika terbukti, pihak yayasan akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan dari jabatannya dan dikeluarkan dari sekolah.
IF menilai tindakan mengeluarkan secara sepihak dari Dapodik dinilai sebagai bentuk kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan jabatan.
“Kalau benar, kami akan keluarkan yang bersangkutan dari sekolah. Kami juga tidak suka kalau ada pengancaman apalagi sampai dikeluarkan dari data Dapodik," tegas.
Dalam waktu dekat para pengurus yayasan akan melakukan musyawarah untuk membahas masalah tersebut. Sebelum oknum Kasek tersebut diberhentikan dan dikeluarkan dari sekolah.
Editor : Siti Aeny Maryam