Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Petani Harap Diakomodir Langsung Oleh Pengelola MBG, Tanpa Melalui Suplayer

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:29 WIB

 

MAKAN LAHAP: Sejumlah murid salah satu sekolah di Lombok Tkimur menikmati MBG, beberapa watu lalu
MAKAN LAHAP: Sejumlah murid salah satu sekolah di Lombok Tkimur menikmati MBG, beberapa watu lalu

Lombokpost-Petani di Lombok Timur (Lotim) berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pengelola dapur sehat bisa mengakomodir petani untuk pemenuhan kebutuhan bahan makan bergizi gratis (MBG). Sebab selama ini pengadaan sayur untuk kebutuhan dapur dilakukan melalui pengepul.

"Teman-teman memang sudah ada hasil pertaniannya yang masuk ke dapur MBG. Tetapi yang dilakukan selama ini melalui pengepul, bukan pihak MBG langsung ke petani, " terang salah satu anggota Kelompok Tani Aikdewa Utara Saipudin Zohri, Rabu (15/10).

Diharapkan, ke depan pihak dapur yang turun langsung ke petani membeli kebutuhan bahanakan dapur MBG. Sehingga hal ini akan lebih menguntungkan bagi petani.

Penyerapan hasil pertanian oleh MBG ini juga diharapkan menjadi solusi bagi petani, di tengah ketidak pastian harga di pasaran. Baik harga sayur-mayur maupun tanaman hortikultura lainnya seperti cabai dan tomat.

"Memang di kelompok kami sebagian besar menanam padi. Tetapi beberapa yang menanam sayur dan ada yang jual di pasar ada juga yang jual untuk kebutuhan MBG, tapi siklusnya itu dari petani ke pengepul Kemudian ke dapur," katanya.

Dengan semakin banyaknya dapur MBG yang beroperasi di Lotim, diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani. Dengan menyerap hasil pertanian petani, dengan memberikan harga lebih mahal dari pasar.

Disebut, masalah yang kerap dialami oleh petani selama ini ialah masalah harga yang anjlok ketika panen. Padahal dari sisi kualitas dan hasil produksi diakui cukup bagus, seperti tanaman cabai.

"Kemarin saya pada panen kedua itu, di lahan seluas hanya 14 are bisa saya dapat 2 kuintal lebih. Ini tentu sudah cukup bagus , biasnya hasilnya di bawah itu," katanya.

Sementara salah seorang petani sekaligus pemilik Repok Literasi (tempat edukasi pertanian) di Desa Banjarsari Kecamatan Labuhan Haji Muhir menyatakan siap untuk mendukung program makan bergizi gratis, salah satunya dengan menyediakan bahan baku pertanian yang bebas dari unsur kimia atau pestisida buatan.


"Hasil pertanian di repok literasi yang akan disuplai meliputi sayuran, umbi-umbian yang kami tanam dengan metode ramah lingkungan dengan bahan pupuk organik," jelasnya.

Menurutnya, dengan menggandeng petani akan meningkatkan nilai jual hasil pertanian. Program MBG ini dinilai memiliki banyak efek, tidak hanya terhadap penerima manfaat saja. Namun juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, baik petani, peternak, UMKM dan lainnya.

“Program MBG tidak hanya soal makan bergizi, tapi bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar, baik sektor UMKM, Peternakan dan pertanian,” tutupnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Mbg #Petani #Lotim