Lombokpost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) berharap bantuan straw atau semen cair untuk melakukan Inseminasi Buatan (IB) kembali diberikan oleh pemerintah pusat, setalah dua tahun bantuan tersebut ditiadakan.
"Ini yang sekarang jadi problem kita terkait penambahan populasi ternak di Lotim. Kita harap ada bantuan straw lagi, untuk meningkatkan jumlah populasi ternak ini," terang Kepala Disnakeswan Lotim, Masyhur, Rabu (15/10).
Kata dia, sejak tahun 2024-2025 bantuan IB sudah tidak ada lagi dari pemerintah pusat, sehingga hal ini dinilai berdampak terhadap peningkatan populasi ternak di Lotim. Sementara minat peternak untuk melakukan IB cukup tinggi.
Dia berharap tahun 2026 bantuan straw kembali diberikan oleh pemerintah, baik Pemkab Lotim, Pemprov maupun pemerintah pusat. Sehingga populasi ternak di Lotim tetap aman.
"Sementara penilaian kinerja kami di Disnakeswan ini dilihat dari tingkat populasi ternak, sementara dua tahun ini IB sudah tidak ada. Jika populasi ternak kurang maka kinerjanya kita juga akan dinilai kurang bagus, ”katanya.
Dikhawatirkan, tidak adanya bantuan IB ini, jumlah populasi ternak di Lotim akan terus berkurang. Mengingat setiap bulan bahkan setiap hari selalu ada ternak yang di potong. Terlebih Lotim menjadi kabupaten penyuplai kebutuhan daging beberapa kabupaten di pulau Lombok.
Kata dia, pada tahun 2022-2023 Lotim mendapatkan bantuan 50 ribu straw. Kendati tidak ada bantuan ini, namun diakui proses IB di masyarakat tetap dilakukan, namun pembelian straw dilakukan secara swadaya oleh peternak, sementara harga IB dinilai cukup mahal.
"Pelaksanaan IB memang tetap ada, tapi dibeli secara swadaya oleh peternak, sedangkan sekali melakukan IB biayanya cukup mahal dan butuh 2-3 kali dilakukan, baru bisa berhasil," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Peternakan Disnakeswan Lotim drh Zulfan Ashri menambahkan sejak 2024 tidak ada lagi bantuan Straw dari pemerintah pusat. Sehingga peternak yang ingin melakukan IB harus beli dari Lembar dan Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).
"Tapi untuk tahun 2026 kita sudah membuat proposal kepada bupati Lotim untuk minta pengadaan bantuan IB ini, " jelasnya.
Kata dia, saat ini jumlah sapi betina produktif di Lotim mencapai 36 ribu ekor, sehingga membutuhkan sekitar 56 ribu lebih straw. Masing-masing sapi membutuhkan 2-3 straw baru bisa hamil atau bibit sapinya berhasil.
Tingkatkan keberhasilan IB diakui disebabkan banyak faktor yang memengaruhinya, diantaranya ialah ketepatan dalam mendeteksi birahi. Peternak terkadang terlambat melaporkan ke petugas ketika sapi birahi, sehingga tidak tepat dalam mengawinkannya.
Editor : Siti Aeny Maryam