Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan Pejabat di Lotim Digeser, Bupati Minta Hindar Gaya Hedon

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 16:23 WIB

 

Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya saat memimpin sumpah jabatan ratusan pegawai Administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lotim di Pendopo Bupati Lotim, Jumat (18/10).
Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya saat memimpin sumpah jabatan ratusan pegawai Administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lotim di Pendopo Bupati Lotim, Jumat (18/10).

Lombok post-Sebanyak 170 pegawai Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) di geser. Mutasi ini dalam rangka penyegaran kepegawaian untuk meningkat kinerja dan roda pemerintahan semakin baik.

“Mungkin di jabatan lama, pengalaman sudah banyak, untuk itu segera lakukan penyesuaian di tempat yang baru, lakukan kolaborasi, bekerja sama dengan semua pihak,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Jumat (17/10).

Ia minta para pejabat tidak terlalu mengambil hati rotasi ini, jika ada yang baru menduduki posisi tersebut kemudian dipindah. Dengan jabat baru diharapkan dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Dia berjanji dalam jangka waktu enam bulan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing, agar pegawai yang baru dilantik tidak semena-mena bekerja, karena memiliki kedekatan dengan seseorang, atau dekat dengan keluarganya.

“Saya tetap akan memantau kinerja masing-masing. Jika saat ini berada di posisi dinilai kurang bagus dan prestasinya bagus, maka bisa saja nanti lompat ke jabatan yang lebih tinggi atau ke tempat yang lainnya,” katanya.

Ia menekankan di mana pun ditempakan, harus bisa bekerja dengan baik, dan harus royal dengan pemerintah. Namun jika ada yang merasa kecewa dengan rotasi ini, dipastikan akan diganti dari jabatannya. Untuk itu setelah pelantikan ini ia kan membentuk tim untuk pengawasan kinerja pegawai.

Di sebut, tahun 2026 anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Lotim mengalami pengurangan sebesar Rp 329 miliar. Untuk itu ia berharap para pejabat di lingkungan Pemkab Lotim dapat mengurangi kebiasaan-kebiasaan hidup hedon.

“Sekiranya ada yang memiliki kebiasaan yang hedon, saya harap dikurangi. Karena saya tahu anggaran masing-masing camat anggaran OPD itu seperti apa,” katanya.

Ia juga meminta agar pejabat tidak lagi sering keluar daerah, tanpa tujuan yang pasti dan keuntungan terhadap masyarakat maupun daerah. Setiap pejabat yang keluar daerah harus memiliki tujuan yang jelas, bukan hanya sekedar untuk menghadiri undangan.

Camat dan kelurahan maupun yang lain diminta untuk terus turun kepada masyarakat, untuk memberikan permaklumkan kepada masyarakat, sebab banyak rencana pembangunan yang berubah akibat pengurangan transfer pusat ke daerah.

“Silahkan turun ke masyarakat, berikan pemahaman dan permakluman kepada mereka, karena banyak rencana kita yang berubah akibat pemotongan anggaran ini,” jelasnya.

Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan bahwa rotasi jabatan ini murni dilakukan sesuai kompetensi masing-masing, tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Baik Bupati, wakil bupati maupun yang lainnya.

“Saya yakin dan percaya para pegawai ini bisa menjalankan tugas dan amanah yang baru ini dengan sebaik-baiknya. Yang eselon II masih sedang proses, masih OTW,”Singkatnya. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#pejabat #Lotim #Mutasi