Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BPVP Akan Berikan Pelatihan Vokasi Kepada Warga Binaan

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:48 WIB
Kepala BPVP Lotim, Verry Fahrudin saat menerima kunjungan Kepala Lapas Kelas IIB Selong dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Pemasyarakatan NTB untuk membahas kerja sama pembina warga binaan.
Kepala BPVP Lotim, Verry Fahrudin saat menerima kunjungan Kepala Lapas Kelas IIB Selong dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Pemasyarakatan NTB untuk membahas kerja sama pembina warga binaan.

Lombokpost-Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur (Lotim) akan memberikan pelatihan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Lapas Kelas IIB Selong Ahmad Sihabudin mengatakan, kerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB dan BPVP Lotim dilakukan untuk melaksanakan program pelatihan vokasi, uji kompetensi, serta sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Pembinaan kemandirian harus mengarah pada sertifikasi dan pengakuan kompetensi, agar warga binaan memiliki nilai tambah di dunia kerja,” ujarnya, Senin (20/10).

Sihabudin menjelaskan pelatihan akan disesuaikan dengan potensi lokal dan minat warga binaan, mulai dari uji kompetensi, penyiapan instruktur dan asesor, hingga penguatan kerja sama berkelanjutan pascapembebasan.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembinaan produktif dan berorientasi masa depan. Melalui pelatihan ini, diharapkan warga binaan dapat bersaing di dunia kerja dan berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.

Kepala BPVP Lotim Verry Fahrudin menambahkan, seluruh program pelatihan vokasi yang diberikan telah berorientasi pada kebutuhan industri dan berbasis SKKNI. Program ini diharapkan mampu membekali peserta, termasuk warga binaan, dengan keterampilan yang relevan dan diakui secara nasional.

“Untuk jenis pelatihannya belum kita bahas secara rinci, model pelatihan yang akan diberikan kepada warga binaan,” terang Verry.

Dalam waktu dekat, pihaknya bersama Lapas akan menyusun kurikulum dan modul pelatihan sesuai kebutuhan warga binaan setelah bebas nanti.

Pelatihan direncanakan menggunakan dua metode, yakni daring untuk teori dan luring untuk praktik.

“Harapan pak Direktorat Pemasyarakatan, dengan adanya pelatihan ini saat warga binaan keluar dari Lapas, mereka punya skill dan sertifikat. Sehingga mereka bisa bekerja atau buka usaha. Dengan begitu mereka tidak akan balik lagi ke Lapas,” katanya.

Ia menegaskan BPVP siap mendukung Direktorat Pemasyarakatan NTB dalam meningkatkan keterampilan warga binaan agar memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan setelah keluar dari Lapas. (par/r7)

Editor : Siti Aeny Maryam
#BPVP #pelatihan #Lotim