Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pesan Menteri Agama: Santri Harus Menjadi Pelaku Sejarah Baru

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:17 WIB

 

Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya saat membaca amanat Kementerian Agama saat peringatan hari santri
Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya saat membaca amanat Kementerian Agama saat peringatan hari santri
  

LombokPost- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menggelar Upacara Peringatan Hari Santri di Halaman Kantor Bupati Lotim, pada Rabu (22/10). 

Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya saat membacakan amanat Kementerian Agama (Kemenag) RI KH. Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa santri harus menjadi pelaku sejarah baru yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.

"Sebelumnya kami menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengakibatkan wafatnya 67 santri. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.” ujar Wabup Lotim Moh Edwin Hadiwijaya membacakan amanat Kemenag RI.

Ia memastikan bahwa negara hadir dan peduli.

Kemenag telah meninjau lokasi, memberikan bantuan, dan memastikan proses pemulihan berjalan baik. 

Tragedi ini diharapkan menjadi momentum terbaik bagi semua pihak untuk berbenah agar kejadian serupa tidak terulang.

Dalam 10 tahun terakhir, peran pesantren dan santri semakin menguat dalam berbagai bidang.

"Jauh sebelum kemerdekaan, pesantren telah menjadi pusat pendidikan, mencetak generasi yang cerdas intelektual, kuat spiritual, dan moral," ujarnya.

Kata dia, dari rahim pesantren, lahir para tokoh besar bangsa, mulai dari pejuang kemerdekaan hingga pemimpin umat.

Bahkan, saat ini banyak santri yang sudah berkiprah di level internasional, membawa nama baik Indonesia di kancah global.

Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, mencerminkan tekad santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan.

Santri dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari solusi.

Ia sangat mengapresiasi dukungan penuh negara terhadap pesantren, yang terbukti melalui kebijakan strategis.

"Pesantren pun kini dilibatkan dalam program pemerintah, termasuk program kesejahteraan, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG)," ungkapnya.

Dirinya berharap seluruh santri di Tanah Air agar terus berdaya.

Menjadi santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Serta tidak hanya merawat tradisi pesantren, namun juga melek dengan inovasi zaman.

Santri tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia.

Dunia digital dapat dimanfaatkan menjadi ladang dakwah baru bagi para santri untuk membawa semangat pesantren ke ruang publik dan ranah internasional. 

"Marilah kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban," tutupnya. (par)

 

 

Editor : Kimda Farida
#hari santri #Lotim #santri