Lombokpost-Perputatan ekonomi di Sembalun, Lombok Timur (Lotim) tertinggal dibandingkan Senaru, Lombok Utara (KLU). Padahal, jumlah pendaki yang naik ke Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun justru lebih banyak.
“Kita akui tamu-tamu luar daerah maupun luar negeri yang hendak mendaki se lalu masuk melalui Senaru, meskipun naiknya dari jalur Sembalun,” aku Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya, Senin (27/10).
Fenomena ini terjadi karena wisatawan lebih banyak menginap dan berbelanja perlengkapan pendakian di Senaru. Akibatnya, dampak ekonomi di Sembalun nyaris tak terasa.
Edwin menegaskan, Pemkab Lotim akan memperkuat promosi dan menggerakkan Dinas Pariwisata agar lebih aktif menarik wisatawan untuk menginap dan berbelanja di Sembalun.
“Kita akan belajar dari mereka (Senaru). Dinas Pariwisata akan kita gerakkan untuk meningkatkan promosi agar tamu lebih banyak masuk dari Sembalun,” katanya.
Ia berharap event-event wisata yang rutin digelar di Sembalun bisa menjadi sarana promosi yang efektif dan memberi dampak langsung bagi pelaku wisata lokal.
“Kami di desa tidak bisa berbuat banyak karena pengelolaan wisata ada di kabupaten dan provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar tamu yang menginap di homestay Sembalun saat ini masih didominasi wisatawan lokal.
“Kalau turis asing, jarang yang menginap. Wisata kita di sini ya bukit, tapi daya dukung ekonominya belum terasa,” pungkasnya. (par/r1)
Editor : Siti Aeny Maryam