Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disnakeswan Lotim Klaim Harga Sapi Naik Setelah PMK Hilang

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 8 November 2025 | 18:07 WIB

WASPADA SAKIT: Sejumlah sapi ternak milik seorang peternak asal Kecamatan Masbagik saat makan di kandang miliknya.
WASPADA SAKIT: Sejumlah sapi ternak milik seorang peternak asal Kecamatan Masbagik saat makan di kandang miliknya.
LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) mengklaim harga sapi tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya karena penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di Lotim sudah tidak ditemukan.

“Saat PMK harga sapi cukup murah bahkan anjlok di pasaran, namun semenjak tidak ditemukannya kasus PMK harga kembali naik,” terang Kepala Disnakeswan Lotim Masyhur, Jumat (7/11).

Ia mengatakan, harga sapi hidup saat ini di pasaran mencapai Rp 60 ribu per kilogram, sementara tahun sebelumnya hanya sekitar Rp 50 ribu per kilogram, bahkan kurang. Selain karena PMK yang berhasil dikendalikan, kenaikan ini juga dipicu meningkatnya pemotongan hewan ternak, terutama saat hari raya kurban.

Populasi sapi di Lotim saat ini mencapai 130 ribu ekor, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan meningkatnya kebutuhan ternak di Lotim maupun permintaan dari kabupaten lain.

“Tapi InsyaAllah populasi (sapi) kita akan kembali bertambah seiring dengan berkurangnya jumlah pemotongan,” katanya.

Selain fokus pada populasi sapi, Disnakeswan Lotim juga tengah berupaya memenuhi kebutuhan daging untuk program makan bergizi gratis (MBG), terutama daging unggas seperti ayam. Dalam sehari kebutuhan daging ayam di Lotim mencapai 11 ribu ekor, untuk MBG maupun kebutuhan pasar.

Kondisi ini sedikit berpengaruh terhadap kenaikan harga daging ayam di pasaran. Menurutnya, kenaikan ini tidak menjadi masalah karena justru menguntungkan peternak. Ia memastikan ketersediaan daging di Lotim tetap terpenuhi.

“Tidak ada yang dipasok dari luar daerah. Kita selalu minta data riil kepada rumah potong unggas (RPU), berapa yang dipotong, berapa yang dibawa ke pasar maupun ke dapur MBG,” ungkapnya.

Menurutnya, data ini penting untuk mengetahui jumlah kebutuhan daging ayam di Lotim dan memastikan tidak ada pasokan dari luar daerah. Saat ini jumlah RPU di Lotim mencapai 76 unit yang tersebar di seluruh kecamatan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim drh Hultatang menambahkan, saat ini Lotim menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang sudah siap mengirim daging ke luar daerah. Lotim juga sudah memiliki lima cold storage untuk penyimpanan dan pengemasan daging.

“Kemarin kami sudah laporan ke provinsi dan kita (Lotim) menjadi satu-satunya kabupaten yang dinyatakan sudah siap untuk kirim daging ke luar daerah,” tutupnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#ternak #sapi #PMK #Lotim