Lombokppst - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi saat musim hujan.
"Sebagai bentuk kesiapsiagaan kami beberapa hari lalu telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dan 13 Camat yang daerahnya rawan terjadi bencana," terang Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi, Minggu (9/11).
Koordinasi lintas sektor dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanganan bencana secara cepat dan efektif. Berdasarkan data dari BMKG, wilayah Lotim saat ini memasuki level waspada musim hujan sejak minggu ketiga bulan Oktober.
Diperkirakan level waspada tersebut akan berlangsung hingga minggu kedua bulan November ini. Kemudian puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Desember hingga bulan Januari mendatang.
“Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kami akan segera menerbitkan surat peringatan dini dan menyampaikannya kepada Bupati untuk diketahui oleh masyarakat," jelasnya.
Memasuki musim hujan ini, masyarakat diharapkan untuk melakukan tindakan preventif, seperti membersihkan saluran air, selokan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar permukiman.
Selain itu, BPBD juga telah menjadwalkan kegiatan bakti preventif di sejumlah titik rawan banjir. Seperti pengangkatan sedimentasi dan pembersihan sampah di saluran air, yang akan dilaksanakan bersama camat dan OPD terkait.
"Dengan langkah preventif ini akan meminimalkan dampak bencana serta melindungi keselamatan masyarakat menghadapi dinamika cuaca ekstrem di penghujung tahun 2025," tutupnya.
Sementara itu, Camat Selong Lalu Ridho Arindi menyampaikan mengantisipasi banjir di Kecamatan Selong. Pihaknya bersama sejumlah pihak terkait turun melakukan aksi Selong meriri, untuk membersihkan sejumlah saluran drainase yang tersumbat akibat sampah dan sedimentasi.
"Kondisi drainase di kecamatan Selong sudah padat dengan sedimentasi, mengakibatkan air tidak bisa mengalir. Itu yang coba kita angkat, untuk menata kota Selong dan mengantisipasi banjir," katanya. (*)
Editor : Marthadi