LombokPost - Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE), Universitas Hamzanwadi menggelar program PKM Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) batch III tahun 2025.
Program dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat itu mengangkat judul ‘pendampingan peningkatan kapasitas mahasiswa dalam pengembangan pariwisata sejarah dan budaya serta UMKM yang berkelanjutan di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur.
Ketua program Baiq Ahda Razula Apriyeni menerangkan, pendampingan pengembangan yang dicanangkan tersebut berbasis sistem informasi InformaCore yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi sumberdaya wilayah.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah merancang kegiatan yang mendukung SDGs, meningkatkan peran masyarakat, memperkuat kapasitas mahasiswa, mendukung pengembangan UMKM yang berkelanjutan, mengoptimalkan potensi pariwisata di Desa Ketangga, kata Ketua Tim PKM Kemdiktisaintek,” terang Ahda pada Lombok Post, Kamis (13/11).
Lebih jauh dijelaskan, mitra sasaran dalam kegiatan tersebut adalah Pokdarwis ‘Lembaga Adat Desa’ dan Karang Taruna di desa program.
Di samping tujuan, manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan adalah adanya peningkatan peran masyarakat, pengembangan UMKM berkelanjutan, optimasi potensi pariwisata, dan dukungan SDGs.
“Sedangkan manfaat untuk mahasiswa sebagai penguatan kapasitas, pengembangan pengetahuan, peningkatan kompetensi, dan bagi dosen kegiatan ini adalah salah satu pemenuhan Tridharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.
Diharapkan kegiatan dapat membantu Pokdarwis ‘Lembaga Adat Des’dan Karang Taruna dalam memaksimalkan potensi Desa Ketangga melalui partisipasi aktif Masyarakat.
"Pemberdayaan UMKM dapat mengoptimalkan potensi usaha lokal, menciptakan produk unggulan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemasaran digital yang lebih efisien, dan Pelestarian budaya” terang Ahda.
Metode pendampingan dimulai dari tahap awal yakni berkoordiansi tim dengan mitra, dilanjutkan dengan survei kebutuhan masyarakat, perencanaan program bersama mitra, pelaksanaan pelatihan partisipatif, evaluasi kegiatan, dan keberlanjutan program.
Terakhir berupa evaluasi formatif yang dilakukan secara berkala selama pelatihan.
Hal itu dilakukan untuk dapat memantau kemajuan dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
Adapun program tersebut terdiri dari dua dosen yakni Herman Supriadi dari Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi dan Ahmad Busairi, dosen Ekonomi dari Universitas Gunung Rinjani (UGR).
Sedangkan tim terdiri dari 20 mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi.
Mereka adalah Muhammad Taufiq Al-faizi, Baiq Rasmila Saputri, Dean Jundri Hatta, Khaeril Tamimi, Lalu Halqi, Lalu Muh. Saupi, , Liana, M Adnan Hidayat, Mera Iza Nova, Moh Wanda Aji, Muhammad Riyandi, Nadia Nurliza Marzuki, Neti Paria Astuti, Siti Humaira, Widya Ayu Agustina, Winda Nur Wadi, Yusril Mahendra, Ziana Maoizati, Zubaedah, dan Zulzafitri.
Kegiatan ini tidak hanya mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa kami, yang akan berkontribusi pada penguatan kompetensi mereka.
Semoga hasil dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan pariwisata sejarah dan budaya serta UMKM yang berkelanjutan.
“Mahasiwa yang dilibatkan dalam program ini mendapatkan manfaat pengalaman lapangan. Keterlibatan mahasiswa selama berkegiatan akan direkognisi ke dalam mata kuliah sejumlah 6 SKS,” terang Ahda.
Dalam kesempatan yang sama, Ahda juga menyampaikan ucapan terima kasih pada Kemdisaintek yang telah mendanai dan mempercayakan Tim PKM PMM Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadi dalam melakukan Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa tahun 2025.
“Kami juga berterima kasih pada kepala desa Ketangga pak Mislahuddin dan masyarakat desa Ketangga yang telah menyambut baik program ini,” tutupnya. (tih)
Editor : Kimda Farida