Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Ada Murid, Pemkab Lombok Timur Tutup Empat Sekolah

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 18 November 2025 | 22:15 WIB
H Hasni. (SUPARDI/LOMBOK POST)
H Hasni. (SUPARDI/LOMBOK POST)

 

Lombokpost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) pada 2025 menutup empat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penutupan dilakukan karena sekolah-sekolah tersebut tidak memiliki siswa.

“Penutupan ini atas rekomendasi dari teman-teman UPTD, karena tahun ini tidak ada muridnya sama sekali,” terang Plt Kepala Dikbud Lotim Hasni, Senin (17/11).

Ia mengatakan, ketiadaan murid sudah dikonfirmasi langsung ke masing-masing sekolah. Empat sekolah itu berada di daerah pinggiran sehingga sulit mendapatkan peserta didik. Rata-rata sekolah ini juga merupakan sekolah swasta.

Sejak ditutup, Dikbud telah menghentikan penyaluran Bantuan Dana Operasional Sekolah (BOS). Di sisi lain, Dikbud mendorong lembaga pendidikan baru terus muncul, mengingat jumlah usia sekolah mulai PAUD hingga SMP di Lotim mencapai lebih dari 290 ribu.

“Mungkin dulu saat pembentukan sekolah ini, mereka berharap murid bisa didatangkan dari luar desa atau daerah-daerah lain. Namun seiring berjalannya waktu, mereka sulit mendapatkan murid,” imbuhnya.

Siswa yang sebelumnya bersekolah di lembaga tersebut akan dipindah ke sekolah terdekat, untuk memastikan tidak ada yang putus sekolah dan hak mereka mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi.

Penutupan ini diakuinya terpaksa dilakukan karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan sekolah tetap dibuka, “Saya melihat ada persaingan juga sekolah-sekolah ini untuk mencari siswa. Masing-masing punya trik sendiri mencari siswa,” katanya.

Sekdis Dikbud Lotim Lalu Bayan Purwadi menyampaikan, empat sekolah yang ditutup yaitu SD Islam Terpadu Ittihadul Ummah Al-Akbar, SD Islam Darul Khair NW Embung Ganang, SMP IT Al-Wustho Telaga Waru, dan SMP IT Islahul Ummah Hidayatullah, Padak Guar.

“Penutupan sekolah ini (sebelumnya) telah dilakukan verifikasi faktual,” ujarnya.

Saat ini banyak pihak mengajukan pendirian sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan izin begitu saja, karena harus mengikuti regulasi dan memastikan pengelola mampu menjalankan sekolah dengan baik.

Jumlah sekolah negeri dan swasta di Lotim terdiri atas lebih dari 1.200 lembaga TK/PAUD, lebih dari 700 SD, dan lebih dari 140 SMP. Jumlah ini dinilai sudah mencukupi kebutuhan penduduk Lotim saat ini. (par/r7)

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#sekolah tutup #Sekolah #Lotim #Dikbud