Lombokpost-Hujan lebat yang mengguyur wilayah Lombok Timur (Lotim) sejak siang hingga sore Rabu (19/11), mengakibatkan jembatan di Dusun Aik Bete, Desa Pergi, Kecamatan Suela, Lombok Timur (Lotim) ambruk diterjang derasnya arus sungai.
"Sejak siang tadi hujan sangat lebat sekali dan berlangsung hingga sore. Sehingga membuat jembatan penghubung Desa Perigi dengan Desa Puncak Jeringo putus," terang Darmawan Kepala Desa Perigi, Rabu (19/11).
Putusnya jembatan dengan panjang kurang lebih 10 meter dan lebar sekitar 3 meter ini, mengakibatkan masyarakat yang tinggal di Rt 02 dan 03 Dusun Bete menjadi terisolasi.
Kondisi ini mengakibatkan aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Bahkan masyarakat yang hendak ke kantor desa maupun sekolah masyarakat terpaksa harus memutar melewati Desa Labuhan Lombok dengan jarak puluhan kilometer.
"Masyarakat yang mau ke kantor desa harus lewat Labuhan Lombok dulu, karena jalan ini satu-satunya akses warga yang ada," imbuhnya.
Kondisi ini juga mengakibatkan pendistribusian MBG untuk Ibu Hamil, Balita dan Bunifas (B3) sempat tersendat, bahkan sempat didistribusikan menggunalan tali.
"Di RT 2 dan 3 yang terisolir itu juga banyak lansia dan ibu hamil yang butuh perawatan. Itu tadi yang kami juga sudah bicarakan dengan Petugas Pustu Desa Perigi," katanya.
Pemerintah Desa Perigi, berencana untuk membangun jembatan sementara menggunakan bambu. Namun hal itu setelah dilakukan kajian, tidak memungkinkan untuk pembuatan jembatan menggunakan bambu karena dinilai cukup berbahaya.
Kejadian tersebut telah dilaporkan dan dikoordinasikan dengan BPBD Lotim. Diharapkan jembatan tersebut bisa segera dibangun kembali. Agar aktifitas masyarakat kembali normal.
"Kondisi jembatan ini tahun 2016 lalu sudah patah akibat banjir, tapi tidak kunjung diperbaiki. Sehingga arus sungaibyang deras tadi mengakibatkan jembatan langsung ambruk," tutupnya.
Editor : Marthadi