Lombokpost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim), gerak cepat merespons peristiwa banjir yang terjadi di Kecamatan Pringgabaya, yang merendam permukiman warga di desa Seruni Mumbul dan Desa Labuhan Lombok, dengan memberikan bantuan makanan siap saji, air minum dan kebutuhan mendesak lainnya.
Sekda Lotim M Juaini Taofik menyampaikan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh debit air Kali Kumbang meningkat drastic, setelah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur daerah Lotim sejak sinag hingga sore hari.
“Total 430 KK di desa Labuan Lombok dan 158 KK di desa Seruni Mumbul terdampak. Alhamdulillah Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan,”terang Juaini.
Baca Juga: Baru Dibangun, Sudah Hanyut! Gerindra Temukan Jembatan Ambruk di Mataram
Ia mengakui banjir yang melanda dua desa tersebut merupakan peristiwa yang kerap terjadi. Terakhir, banjir melanda kawasan tersebut pada tahun 2020 lalu.
"Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan," ujar Sekda.
Sementara itu untuk mengatasi kejadian berulang, Pemda akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Juga: Lingkungan Perigi Wakili Kelurahan Dasan Agung dalam Lomba KWT P2L Tingkat Kecamatan
Selain banjir, Ia juga mengunjungi lokasi jembatan yang ambruk di Desa Perigi, Kecamatan Suela. Jembatan tersebut merupakan akses vital, sehingga kejadian ini menyebabkan akses transportasi warga lumpuh total.
“Kita akan menyampaikan kondisi ini ke pemerintah pusat agar jembatan dapat segera diperbaiki,”Pungkasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB Ahmadi, menjelaskan bahwa kondisi geografis daerah tersebut rentan terhadap banjir rob. Karena itu dibutuhkan solusi jangka panjang. Pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai direncanakan sebagai solusi.
"Kami telah berkoordinasi dengan Pemda Lotim untuk membangun tanggul guna mencegah air merendam permukiman. Panjang tanggul masih dalam proses verifikasi sebelum dilaporkan ke BNPB," jelas Ahmadi.
Ia menyebut air sungai tersebut direncanakan untuk kebutuhan irigasi pertanian, mengingat wilayah tersebut sering mengalami krisis air saat musim kemarau. Respon cepat dari berbagai pihak ini diharapkan dapat segera memulihkan kondisi warga dan mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang. (*)
Editor : Marthadi