Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Selewengkan Gaji Guru Ngaji Hingga Pembelian Kain Kafan Masyarakat Miskin, Kades Lendang Nangka Utara Didesak Mundur

Supardi/Bapak Qila • Senin, 24 November 2025 | 21:55 WIB
kepla desa lendang nangka utara saat menmui masa aksi pada saat demonstrasi
kepla desa lendang nangka utara saat menmui masa aksi pada saat demonstrasi

 

Lombokpost- Puluhan warga Desa Lendang Nangka Utara yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur menggelar aksi demonstrasi di kantor desa setempat, Senin (24/11).

Mereka mendesak kepala desa (Kades) Lendang Nangka Utara mundur dari jabatannya dan mengganti uang yang diduga telah diselewengkan.

“Kepemimpinan kades sangat merugikan kami selaku masyarakat karena telah menyelewengkan anggaran berbagai program desa. Ini yang membuat masyarakat turun melakukan aksi,” terang Koordinator Aksi Lukmanul Hakim, Senin (24/11).

Lukman menyebutkan banyak anggaran yang telah diselewengkan oleh kades tersebut, bahkan sampai menyentuh ratusan juta rupiah. Dugaan penyelewengan anggran itu berlangsung sejak 2022 lalu, sejak kades tersebut baru menjabat.

 Baca Juga: Derita Petani Nanas Desa Lendang Nangka Utara di Musim Hujan, Harga Anjlok Hingga Buah Membusuk di Kebun

Penyelewengan anggaran itu disebut bukan hanya tuduhan semata. Namun banyak bukti penyelewengan dana desa yang dilakukan kadas tersebut. Bahkan bukti-bukti itu juga telah ditunjukkan dan dijabarakan kepada kades.

“Kami punya banyak buktinya, bahkan kami sudah jabarkan semua bukti-bukti itu bersama BPD. Dan ada surat pernyataan untuk mengganti uang itu. Namun sampai sekarang tidak kunjung diganti,  malah dana yang digunakan semakin bertambah,”jelasnya.

Anggaran yang diduga diselewengkan sejak tahun 2022 mulai dari dana desa yang dialokasikan untuk BUMDes.  Akan tetapi dana tersebut tidak dapat dijalankan oleh pengurus, sehingga dana tersebut diduga digunakan untuk pribadi yang nilai mencapi Rp 17 juta.

 Baca Juga: Polres Lotim Belum Kabulkan Penangguhan Penahanan Lima Warga Lendang Nangka Utara

Selain itu, pada tahun anggaran 2023, anggaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masyarakat miskin sebanyak tujuh unit, dengan besaran sekitar Rp 70 juta, juga tidak bisa dilaksanakan dan diduga kembali diselewengkan. Anggaran lainnya yang diduga diselewengkan ialah insentif guru ngaji dan marbot mencapai Rp40 juta.

“Kemudian dana operasional untuk  TK/Paud pada tahun 2024 sekitar Rp46 juta dan anggaran untuk kain kapan masyarakat miskin sekitar Rp16 juta,”ujarnya.

Total  dana yang diduga diselewengkan hingga tahun 2023 sekitar Rp250 juta. Namun seiring berjalannya waktu, dana yang diselewengkan telah mencapi angka Rp400 juta. Namun kades tersbut telah mengganti uang tersebut pada bulan Agustus lalu senilai Rp23 juta dan beberapa minggu lalu senilai Rp70 juta.

Baca Juga: Nestapa Petani Nanas Lendang Nangka Utara Hadapi Musim Kering

“Itu saja yang sudah masuk untuk diganti. Kami minta semua dana yang digunakan dikembalikan,dan kami minta Kades dan Ketua BPD mundur dari jabatannya, karena sudah tidak layak lagi memimpin di desa ini. kalau ketua BPD sudah bersedia mundur,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Lendang Nangka Utara M. Tahir saat menemui massa aksi menyampaikan bahwa terkait dana yang telah digunakan itu telah dibayar secar berangsur-angsur dan akan berusaha untuk mengembalikan semuanya.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Sekali lagi saya mohon maaf, saya bersalah,”ujarnya.

Dalam kesemptan ia juga menyampaikan sejumlah pembangunan yang telah dilakukan sejak tahun 2023-2025 yang dilakukan dari berbgai sumber yang mencapi Rp 4 miliar dari dana desa. Seperti pembangunan irigasi, lapen, dan beberapa program lainnya. (*)

Editor : Marthadi
#Demonstrasi #Dana Desa #Lotim #penyelewengan dana desa #Lendang Nangka Utara