LombokPost - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi OPD percontohan nasional dalam memaksimalkan digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Pada 24-25 November 2025 lalu, Kepala Bapenda Lotim Muksin menjadi pembicara dalam acara Refreshment Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Badung, Provinsi Bali.
Lombok Timur menjadi salah satu daerah dengan progres digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi.
“Alhamdulillah, sebagai daerah dengan progres digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, kami dipercaya menjadi pembicara dalam kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI). Dalam kesempatan tersebut, kami menyampaikan cerita sukses penerapan digitalisasi dalam penarikan pajak dan retribusi daerah,” terang Muksin pada Lombok Post, Kamis (27/11).
Sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah sudah tidak lagi dilakukan secara manual. Selangkah demi selangkah, beberapa sumber pajak dan retribusi daerah sudah sepenuhnya didigitalisasi. Mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang tahun ini pembayarannya bisa dilakukan melalui m-banking.
“Untuk m-banking kita sudah bekerjasama dengan Bank Mandiri melalui Livin Mandirinya dan Bank NTB Syariah,” terang Muksin.
Selain PBB, pembayaran pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga sudah dilakukan menggunakan aplikasi My BPHTB. Selanjutnya, untuk 9 jenis pajak daerah lainnya, sudah digitalisasi melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPDAH).
Upaya tersebut secara bertahap sudah dilaksanakan sejak tahun 2022. Kata Muksin, dengan tetap konsisten menerapkan digitalisasi, masyarakat kian dimudahkan. Dan dampaknya adalah kenaikan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus mengalami tren kenaikan sejak empat tahun terakhir.
“Itulah mengapa, pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian, menilai Lotim serius dalam menjalankan pembayaran pendapatan daerahnya melalui sistem digitalisasi. Dan alhamdulillah, tahun ini kami mendapat predikat terbaik I nasional championship TP2DD 2025,” terangnya.
Selaku narasumber, secara umum ia menyampaikan cerita sukses Lotim dalam menjalankan program TP2DD. Kemudian langkah strategis apa yang dilakukan sehingga Lotim bisa secara terus menerus meningkatkan digitalisasi atau pembayaran pajak dan retribusi daerah melalui sistem non tunai.
Dalam kesempatan yang sama, Muksin menerangkan jika Pemkab Lotim menoreh prestasi gemilang dalam memaksimalkan kinerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tahun ini. Hal itu ditunjukkan dengan torehan penghargaan terbaik I Nasional TP2DD 2025 yang diterima Bupati Lotim Haerul Warisin, Kamis malam (27/11).
“Ya, malam ini pak bupati menerima penghargaan dari Presiden RI. Selain itu, dampak lainnya adalah pemerintah daerah akan mendapatkan insentif dalam bentuk insentif daerah. Hal itu sebagai bentuk apresiasi atas upaya memaksimalkan peran TP2DD ini,” jelasnya.
Memaksimalkan PAD
Lebih jauh, Muksin menerangkan jika dampak positif dalam meningkatkan digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah adalah meningkatkan penghasilan PAD. Jika terus ditingkatkan, maka tren peningkatan PAD diyakini akan terus dapat diraih.
“Kalau ini sudah berjalan lebih baik, pasti PAD juga meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Realisasi PAD trennya terus mengalami peningkatan. Tahun ini, dari target PAD sebesar Rp 543 miliar. “Insya Allah kami optimis bisa mencapai 100 persen atau setidak-tidaknya mendekati seratus persen. Tembuslah PAD kita di atas Rp 500 miliar,” terangnya.
Jumlah tersebut menurut Muksin merupakan peningkatan yang sangat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Itulah salah satu hal yang menjadi hasil, atau dampak positif, atas keberhasilan digitalisasi pembayaran. Benar-benar sangat mendukung terhadap kemajuan PAD kita,” tutupnya.(r7)
Editor : Siti Aeny Maryam