Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perda Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai di Lombok Timur Masih Belum Maksimal

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 29 November 2025 | 19:25 WIB
PADAT: Seorang pemulung yang sedang memilah sampah di TPS Sandubaya beberapa waktu lalu. 
PADAT: Seorang pemulung yang sedang memilah sampah di TPS Sandubaya beberapa waktu lalu. 

Lombokpost-Peraturan Daerah (Perda) Lombok Timur (Lotim) Nomor 2 Tahun 2023 tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di Lotim dinilai masih belum maksimal berjalan.

Kendati demikian, keberadaan Perda ini dinilai sedikit mengurangi sampah plastik di Lotim.

“Memang penerapan Perda ini belum efektif, namun sedikit tidaknya mampu mengerem jumlah sampah plastik yang terbuang ke TPA. Karena ritel-ritel modern sudah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, “ terang Sekdis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim, Karyagus Sugandi, Jumat (28/11).

Kata dia, Perda itu menyasar semua tempat-tempat perbelanjaan. Mulai dari ritel moderen, grosiran, toko-toko hingga pasar tradisional, karena penyumbang terbesar sampah plastik ialah pasar tradisional.

Hanya saja perda tersebut saat ini hanya berjalan di ritel-ritel modern dan pusat grosiran.

Namun pihaknya saat ini terus berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada pedagang-pedang di pasar tradisional untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kurangnya optimalnya Perda penggunaan sampah plastik sekali pakai ini salah satunya disebabkan oleh tidak adanya sanksi tegas yang diterapkan.

“Tapi sebenarnya yang paling efektif itu jika ada tempat kita jual sampah plastik ini, pasti nanti akan berkurang pesat. Kalau ada itu mungkin tidak perlu ada Perda. Perda sekarang ini juga perlu di revisi dan disesuaikan dengan keadaan yang sekarang, ”jelasnya.

Selain adanya Perda, pihaknya juga mendorong penggunaan plastik sekali pakai ini dimulai dari kantor-kantor pemerintahan dan sekolah, sehingga memberikan contoh kepada masyarakat yang lain, untuk beralih menggunakan plastik yang bisa digunakan lebih lama.

Kata dia, volume sampah se Lotim mencapai 521 ton per hari, namun yang bisa diangkut ke TPA saat ini hanya 128-130 ton per hari. Baik yang diangkut menggunakan armada miliki DLH maupun armada pihak lain, armada DLH Lotim yang masih dalam kondisi membaik dan beroperasi hanya 27 armada.

“27 armada yang beroperasi saat ini baru 19 kecamatan yang bisa kita layani, sisanya banyak desa-desa yang bawa sampah mereka sendiri ke TPA,”katanya.

Selain sampah rumah tangga, DLH Lotim juga sudah bekerja sama dengan 27 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pengangkutan sampah-sampah sisa MBG.

Namun sisa sampah MBG ini tidak langsung di buang ke TPA Ijobalit, namun akan dibawa ke DLH untuk pilah, untuk menjadi pakan ternak dan pakan magot.

Sementara terkait trand penggunaan tumbeler dan kotak nasi saat ini diakui menjadi hal yang sangat bagus, bahkan ia juga mendorong supaya penggunaan tumbeler tidak hanya di luar ruangan, namun juga bisa diterapkan di kantor-kantor. Misal penggunaan kocor, gelas sebagai tempat minum untuk mengurangi air gelasan.

"Trand penggunaan tumbeler ini menurut saya sangat bagus. Bila perlu kita dorong juga di kantor-kantor. Supaya sampah plastik bekas minuman ini juga bisa berkurang, ” tutupnya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#sampah #plastik #Perda #tumbler