Lombokpost - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim terus menggencarkan pencegahan stunting. Salah satunya dengan memperketat pendampingan terhadap calon pengantin dan balita.
“Kami sudah tempatkan sebanyak 3.063 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh desa dan kelurahan untuk mendampingi Catin dan Balita,” terang Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DP3AKB Lotim, Nurhidayati, Kamis (4/12).
Setiap tim akan bertugas mendampingi sekitar 200 kepala keluarga. Dan setiap tim akan beranggotakan tenaga kesehatan atau Bidan, PKK dan kader Desa, yang diketuai langsung oleh tenaga kesehatan.
Ia menegaskan pendampingan saat ini tidak hanya untuk ibu hamil, ibu menyusui, namun akan difokuskan sejak menjadi calon pengantin (Catin) dan pasangan usia subur.
“Pendampingan menjadi langkah penting untuk memutus risiko stunting, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi rendah, minim akses sanitasi, atau masuk kategori miskin ekstrem,” katanya.
Untuk memutus mata rantai stunting, menurutnya tidak bisa hanya mengandalkan intervensi penanganan, tetapi harus dibarengi dengan edukasi sejak dini. Intervensi tanpa pendampingan juga dinilai tidak akan berjalan efektif.
Keluarga harus menjadi lingkungan pertama yang memahami pola hidup sehat dan pemenuhan gizi anak sejak dalam kandungan. Selain melakukan pendampingan, TPK juga ikut dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu menyusui, balita, dan baduta (B3) di tingkat desa.
“Para pendamping nanti akan mendapat insentif sebesar Rp 1.000 per porsi, yang sebelumnya mereka hanya mendapatkan hanya Rp500 rupiah,” bebernya.
Kenaikan insentif ini dinilai sebagai bentuk kerja sama antar TPK dengan DP3AKB Lotim untuk percepatan penurunan stunting, dan membantu proses distribusi MBG B3 ke penerima manfaat.
Melalui strategi pendampingan terintegrasi diharapkan angka stunting dapat menurun signifikan dan kesadaran keluarga dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat semakin meningkat.
Sebelumnya, Kepala Dinas P3AKB Lotim Muhammad Hasbi Santoso mengakui pelaksanaan MBG khususnya yang menyasar B3 dan anak stunting di Lotim belum optimal. Namun pihaknya mengupayakan agar semua sasaran bisa ter cover pada tahun 2026 mendatang.
“Belum maksimal. Khusus untuk B3 dan anak stunting, tapi Insyaallah kami akan upayakan tahun 2026 semua sasaran sudah terlayani MBG,” singkatnya.
Editor : Marthadi