Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kerajinan Bambu Khas Loyok yang Mampu Menembus Pasar Internasional

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 9 Desember 2025 | 19:39 WIB

EKONOMI LOKAL: Lalu Sopiandi saat menunjukkan sejumlah kerajinan bambu khas Desa Loyok di artshop miliknya, Senin (8/12)
EKONOMI LOKAL: Lalu Sopiandi saat menunjukkan sejumlah kerajinan bambu khas Desa Loyok di artshop miliknya, Senin (8/12)
 

Lombokpost-Kerajinan bambu Desa Loyok bukan hanya menjadi warisan leluhur masyarakat Desa Loyok, Kecamatan Sikur. Mampu menembus pasar internasional dan menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat setempat. 

Memasuki jalan desa Loyok, puluhan artshop berjejer sepanjang jalan. Rumah-rumah warga dipenuhi bambu yang diiris kecil untuk dibuat menjadi beragam kerajinan tangan. Ini seperti terlihat di Loyok Yat artshop.

Salah satu perajin, Lalu Sopiandi mengatakan, kerajinan bambu banyak ditemukan di berbagai tempat. Mudah dikenali karena kerajinan bambu Loyok memiliki ciri khas yang tidak bisa ditiru daerah lain.

"Kalau yang ada di Kuta Lombok Tengah maupun Kuta Bali, itu mereka beli dari sini (Loyok)," terang Sopiandi, Senin (8/12).

Sebagian besar produk kerajinan bambu dijual secara langsung. Penjualan online jarang dilakukan, karena pembeli lebih suka datang langsung agar bisa memilih dan melihat kondisi barang.

Kendati demikian, kerajinan bambu Loyok juga banyak dikirim ke beberapa daerah mulai dari Bali, Jawa. Bahkan ke luar negeri seperti Jerman hingga Inggris.

"Kerajinan yang paling banyak laku itu adalah tas, tempat makanan, mainan mirip rusa dari bambu, terlebih menjelang Natal dan tahun baru (Nataru). Kerajinan mirip Rusa itu paling banyak dicari," terangnya.

Kata Sopiandi, setiap hari wisatawan asing datang dari berbagai negara karena penasaran melihat kerajinan bambu. Kerajinan seperti ini hanya bisa dilihat di Loyok. Tidak ada di tempat lain.

"Sebelumnya saya menjadi seorang Guide, yang pernah melanglang buana ke berbagai daerah seperti Bali, Sumbawa dan Pelores. Untuk melihat kerajinan bambu saya harus balik kampung membawa tamu bahkan tamu di Kuta selalu mampir ke Loyok untuk melihat kerajinan ini," katanya.

Di tengah perkembangan zaman saat ini, ia jarang memanfaatkan internet untuk penjualan. Pemasaran lebih mengandalkan cerita dari tamu-tamu yang pernah berkunjung.

Tidak sedikit wisatawan mancanegara menjadikan Desa Loyok salah satu tujuan wajib ketika berkunjung ke Lombok. Kerajinan Loyok dinilai berbeda dari yang lain, terlihat dari motif serta proses pembuatannya.

"Kerajinan bambu Loyok memiliki 26 motif yang dibuat dengan cara berbeda-beda dan bahannya murni dari bambu," katanya.

Kerajian bambu ini menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat Desa Loyok. Kemampuan mengolah bambu menjadi barang-barang bernilai ekonomi diperoleh perajin turun-temurun. 

Sayangnya, meski mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung, pelatihan terhadap perajin bambu Desa Loyok jarang dilakukan. Kondisi tersebut berdampak pada minat generasi muda, yang perlahan meninggalkan tradisi sebagai perajin bambu. 

"Kalau kita dulu mulai belajar membuat kerajinan sejak umur 9 tahun. Kalau anak-anak sekarang lebih sibuk dengan kegiatan masing-masing," katanya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Lotim #kerajinan #bambu