LombokPost - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sandubaya 3, Kecamatan Selong memiliki cara kreatif untuk memberikan semangat dan mengedukasi sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagaimana agar makanan yang didistribusikan habis di makan, dengan menggunakan kostum super hero.
Pagi itu, mobil boks putih bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melaju dari Jalan Lalu Muhdar ke arah selatan. Tujuannya ke SD IT Nurul Fikri, Selong, Lombok Timur (Lotim)
Sesampai di halaman sekolah, dua sosok berkostum super hero, Spiderman dan Power Ranger, bergegas keluar dari dalam mobil. Seketika puluhan murid berteriak kegirangan menyambut kedatangan mereka.
Spiderman dan Power Ranger itu, tentu saja merupakan petugas yang mengantar MBG dari SPPG Sandubaya 3, Kecamatan Selong. Rupanya ada tujuannya, hingga membuat petugas mengenakan kostum super hero saat mengantar MBG.
Kata Rian Yunarta, pemilik dapur SPPG Sandubaya 3, pihaknya ingin meningkatkan semangat anak-anak penerima MBG saat menunggu kedatangan makanan ke tempat masing-masing.
“Karena selama ini kita lihat anak-anak saat datang MBG lesu, tidak ada semangatnya, itulah kemudian yang mendorong kami untuk membuat sebuah inovasi,” terang Rian ditemui di dapurnya, Selasa (9/12).
Setelah penyaluran MBG menggunakan kostum super hero, anak-anak sangat antusias menunggu kedatangan mobil boks pengantar makanan di gerbang sekolah. Begitu mobil masuk halaman sekolah, mereka langsung berebut mengambil makanan dan bertemu super hero.
Penggunaan kostum super hero tidak hanya untuk memberikan hiburan saat menyalurkan dan mengambil omprengan. Kedua petugas super hero ini juga memberikan pemahaman dan edukasi tentang pentingnya makan bergizi dan sehat.
“Mereka memberikan edukasi, tentang makanan bergizi. Kemudian meminta agar makanan yang diberikan selalu dihabiskan. Setelah adanya inovasi ini, jarang ada makanan yang tersisa,” katanya.
Berkat inovasi ini mobil pengantar MBG milik SPPG Sandubaya 3 menjadi familiar di para siswa. Tidak hanya di sekolah, namun juga pada layanan MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita (B3).
Lalu Aji Yulian Ahyadin, salah satu petugas yang mengenakan kostum super hero mengaku, meski merasa panas saat menggunakan kostum, ia sangat senang melihat antusias anak-anak penerima MBG setelah inovasi ini.
“Sebelumnya mereka biasa saja kalau kami mengantar makanan, tapi sekarang kedatangan kami betul-betul ditunggu,” katanya.
Penggunaan kostum super hero sudah berlangsung selama dua minggu. Kostum tersebut digunakan mulai dari pengantaran hingga penjemputan omprengan dari sekolah dan lokasi sasaran B3.
“Ini pertama di NTB untuk menarik antusias penerima. Terutama agar makanan yang diberikan habis dimakan,” tutupnya.
Editor : Marthadi