Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Program Ketahanan Pangan Desa Kalijaga Timur, Bagikan Ribuan Bibit Tanaman Cabai Hingga Latih Warga Mengolah Sampah Organik

Supardi/Bapak Qila • Senin, 15 Desember 2025 | 13:55 WIB
Kepala Desa Kalijaga Timur Hiswaton saat menyerahkan bantuan bibit kepada warga untuk program ketahanan pangan.
Kepala Desa Kalijaga Timur Hiswaton saat menyerahkan bantuan bibit kepada warga untuk program ketahanan pangan.

Lombokpost-Dari pekarangan sederhana di rumahrumah warga, Pemdes Kalijaga Timur berupaya menghadirkan solusi nyata menghadapi mahalnya harga cabai sekaligus menguatkan ketahanan pangan dari rumah ke rumah.

Ribuan polybag berjejer di halaman kantor desa. Polybag berisi tanaman cabai itu terlihat mulai berbunga, sebagian sudah berbuah. Tanamantanaman tersebut tampak tumbuh subur.

Polybag berisi tanaman cabai itu akan dibagikan kepada warga sekitar. Pembagian ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digagas Pemerintah Desa Kalijaga Timur.

Kepala Desa Kalijaga Timur Hiswaton mengatakan, program ketahanan pangan di desanya telah berjalan selama dua tahun dan menunjukkan hasil yang baik. Anggaran ketahanan pangan sebesar 20 persen dialokasikan untuk penyertaan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Alhamdulillah kita di Desa Kalijaga Timur program ketahanan pangan berjalan baik. Untuk BUMDes kita menanam jagung untuk program nabatinya, November kemarin kita sudah panen untuk jagungnya,” terang Hiswaton, Minggu (14/12).

Selain itu, BUMDES Kalijaga Timur juga mengembangkan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan hewani. Kedua program tersebut diakui sudah berjalan.

Ia mengatakan, dalam program ketahanan pangan, desa tidak hanya mengalokasikan 20 persen anggaran dana desa. Pemerintah desa juga menyiapkan program lain berupa pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai.

“Belajar dari tahun sebelumnya, di mana saat itu harga cabai sangat mahal, kami dari desa kemudian inisiatif membagikan tanaman cabai kepada warga. Alhamdulillah sedikit membantu masyarakat,” jelasnya.

Tanaman cabai yang ditanam di polybag tersebut rata-rata sudah berbunga dan berbuah. Kondisi ini diharapkan membuat warga tidak terlalu lama menunggu masa panen, sehingga hasilnya bisa lebih cepat dimanfaatkan di tengah kenaikan harga cabai. 

Sejauh ini, desa baru mampu menganggarkan pengadaan 1.000 polybag. Jumlah tersebut diakui masih terbatas jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Desa Kalijaga Timur, sehingga belum semua warga dapat memperoleh bibit cabai.

“Masing-masing orang mendapat 3-4 polybag tanaman cabai. InsyaAllah nanti ke depan kita akan tambah lagi,” katanya.

Program penanaman cabai di pekarangan rumah ini diakui cukup membantu masyarakat. Selain tidak membutuhkanlahan luas, program ini juga berperan menekan angka inflasi di Lotim.

Program tersebut sejalan dengan upaya yang tengah digalakkan bupati Lotim dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman seperti bawang, cabai, tomat, dan sayuran. 

Selain memberikan bantuan tanaman kepada warga, Pemdes Kalijaga Timur juga menyiapkan pelatihan bagi masyarakat tentang cara merawat tanaman dan mengolah sampah organik sebagai pupuk.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengolah sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman yang telah dibagikan.

 Baca Juga: Wagub NTB Paparkan Postur APBD 2026, Prioritaskan Ekonomi, Pariwisata, Hingga Ketahanan Pangan

“Kami harap program ini terus berlanjut, dan masyarakat tidak hanya mengandalkan dari desa tetapi masyarakat secara mandiri untuk pengadaan bibit dan membuat pupuk secara mandiri di rumah masingmasing,” katanya. 

Sementara itu, salah seorang warga Sulhia mengaku senang mendapatkan bantuan tanaman cabai tersebut.

Ia mengatakan cabai di pasar saat ini telah tembus di harga Rp 80 ribu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

“Paling tidak bisa mengurangi belanja untuk beli cabai, sekarang harga cabai mahal,” tandasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Ketahanan Pangan #Inflasi #Cabai #Lotim