Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wabup Lotim Harapkan PGRI dan KOPRI Menjadi Pendamping Guru Jika Terjadi Persoalan Hukum

Supardi/Bapak Qila • Senin, 15 Desember 2025 | 14:03 WIB
Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh Edwin Hadiwijaya saat menyerahkan penghargaan kepada guru berprestasi di Kecamatan Sambelia
Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh Edwin Hadiwijaya saat menyerahkan penghargaan kepada guru berprestasi di Kecamatan Sambelia

Lombokpost-Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh. Edwin Hadiwijaya berharap organisasi profesi guru seperti PGRI dan Korpri sebagai aparatur sipil negara (ASN) dapat menjadi pendamping ketika terjadi persoalan hukum yang menimpa guru, perlindungan hukum bagi guru menjadi hal yang sangat penting.

"‎Kedua lembaga ini kita harap menjadi pendamping bagi guru-guru apabila menghadapi persoalan hukum," terang Wabup Lotim di temui seusai peringatan puncak hari guru di Kecamatan Sambelia, Minggu (14/12).

Selain itu, Pemkab Lotim juga telah menyiapkan bale mediasi sebagai upaya perlindungan awal, agar permasalahan tidak langsung ke meja hukum.

Bagi guru ASN yang menghadapi persoalan, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan jaksa pengacara negara. Agar para guru tidak sampai terjerat hukum. Mengingat saat ini kasus yang menimpa guru marak terjadi.

‎"Kita akan berkomunikasi dengan jaksa pengacara negara untuk memberikan perlindungan bagi guru-guru kita, termasuk yang berada di luar PGRI,” katanya.

Lebih lanjut, Wabub mendorong penguatan kolaborasi pentahelix dalam pembangunan pendidikan, khususnya di tingkat kecamatan. Seperti yang dilakukan oleh PGRI kecamatan Sambelia dalam menyemarakkan peringatan Hari Guru Nasional.

‎“Di Sambelia kegiatannya luar biasa, banyak lomba yang digelar, yang menarik, PGRI Sambelia menggandeng perusahaan untuk ikut berpartisipasi, bahkan sampai memberikan voucer umrah gratis,”.

Langkah ini diharapkan menjadi contoh konsep pentahelik, yakni kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, media, dunia usaha, dan akademisi dalam mendukung kemajuan pendidikan. ‎Kolaborasi seperti ini dinilai akan merekatkan kerja sama dalam membangun pendidikan.

Sementara itu, Taufiq Raharja Sekretaris PGRI Kecamatan Sambelia menyampaikan jika terjadi persoalan hukum terhadap guru, khususnya yang ada di Kecamatan Sambelia. Pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kita lakukan mediasi, kemudian melakukan pendekatan baik dari sisi budaya, sosialnya dan kekeluargaan. Dan memberikan bantuan hukum, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dan berhasil kita selesaikan," katanya.

Ia melihat saat ini terjadi perubahan perilaku dan adap para siswa, bahkan kasus ini terjadi di semua daerah. Untuk itu kedepannya para guru-guru di Kecamatan Sambelia diharapkan dapat mengedepankan pendidikan moral bagi siswa dan guru diharapkan dapat memberikan contoh bagi siswa.

Pendidikan moral menurutnya menjadi hal utama yang harus dikedepankan di semua sekolah. Orang tua juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendidik anak terutama saat anak di rumah.

"Program kami di PGRI Kecamatan Sambelia itu melakukan rapat bersama dengan komite dan orang tua, hal ini untuk kita berkolaborasi mendidik anak-anak," tutupnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Guru #pgri #Lotim #korpri