Lombokpost-Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) terus mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 sebesar Rp 557 miliar menjelang akhir tahun. Hingga kini, capaian PAD Lotim telah mencapai Rp 519 miliar dan optimistis bisa menembus 100 persen.
“Sebelum perubahan, target kita sebesar Rp 521 miliar. Tetapi karena masih banyak potensi, target dinaikkan menjadi Rp 557 miliar,” terang Kepala Bapenda Lotim Muksin, Kamis (18/13).
Muksin menyebut, dengan sisa target sekitar Rp 30 miliar lebih dan waktu yang tersisa, ia optimistis capaian PAD bisa mencapai 100 persen.
Keyakinan tersebut didasarkan pada tren peningkatan capaian PAD, khususnya di Bapenda yang terus bergerak positif. Hingga minggu pertama bulan ini, capaian PAD Bapenda telah mencapai Rp 199 miliar dari target Rp 207 miliar.
“Sumber PAD terbesar itu ada di Bapenda. Begitu Bapenda mencapai posisi 100 persen, kami yakin dengan sisa waktu 11 hari dan sisa target saat ini, insyaAllah bisa mencapai 100 persen,” jelas Muksin.
Ia menambahkan, masih banyak potensi PAD yang saat ini tengah dilakukan penagihan, seperti PKB dan BBNKB. Untuk memaksimalkan capaian, Bapenda telah menempatkan 21 personel di 21 kecamatan untuk menangani pajak kendaraan bermotor secara khusus.
Selain itu, Bapenda bersama Samsat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama terkait tingginya angka tunggakan pajak kendaraan bermotor yang masih mencapai sekitar 54 persen.
“Kami juga membentuk juru bantu di tingkat desa dan kelurahan sebagai jejaring untuk membantu sosialisasi dan penagihan pajak kendaraan bermotor,” jelas Muksin.
Potensi PAD lainnya berasal dari pajak bumi dan bangunan (PBB) yang diperkirakan dalam sisa waktu dapat tertagih hingga Rp 1 miliar. Pajak MBLB juga diperkirakan bisa tertagih hingga Rp 2 miliar lebih.
“Setelah itu pajak makan minum. Untuk makan minum kami berharap bisa tertagih antara Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar. Dari reklame juga masih ada sekitar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar,” jelasnya.
Pajak hotel dan sejumlah pajak lainnya juga diakui masih memiliki potensi untuk tertagih. Dengan sisa waktu yang ada, ia meyakini target PAD Lotim bisa mencapai 100 persen.
“Nanti sisanya dari sumber-sumber lain, tinggal sedikit target kita. InsyaAllah bisa tercapai, kalaupun tidak, kurang sedikit,” tutupnya.
Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya menyampaikan PAD merupakan andalan utama daerah dalam mendukung pembiayaan pembangunan. Ia optimistis capaian PAD tahun ini bisa menembus angka 100 persen.
Editor : Akbar Sirinawa