Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Empat Hari Merawat Rinjani dari Sembalun dan Senaru, 50 Relawan Diterjunkan, Menyusuri Jalur Pendakian untuk Kumpulkan Sampah

Supardi/Bapak Qila • Senin, 22 Desember 2025 | 17:07 WIB
RINJANI MERIRI : Puluhan peserta Rinjani Meriri saat dilepas di Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Resort Sembalun untuk melakukan pembersihan dan perbaikan jalur di Gunung Rinjani.
RINJANI MERIRI : Puluhan peserta Rinjani Meriri saat dilepas di Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Resort Sembalun untuk melakukan pembersihan dan perbaikan jalur di Gunung Rinjani.

Lombokpost-Bagi pencinta alam dan pegiat lingkungan, Gunung Rinjani tidak hanya untuk dinikmati keindahan alam dan ketinggiannya. Namun juga harus tetap menjaga kebersihannya, terutama dari sampah-sampah plastik.

Mentari pagi perlahan menyinari perbukitan Sembalun. Namun, gagahnya Gunung Rinjani belum dapat disaksikan pagi itu. Puncak gunung dengan ketinggian 3.726 Mdpl tersebut sejak pagi diselimuti kabut tebal.

Di area Resort Sembalun, puluhan orang dengan perlengkapan dan pakaian pendakian lengkap tampak berkumpul. Mereka berbaris rapi dan menerima arahan. Mereka adalah Tim Rinjani Meriri yang akan melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah di Gunung Rinjani selama empat hari ke depan.

Rinjani 

Kasi PTN Wilayah II TNGR Maruf Hadi menjelaskan, meriri dalam bahasa Indonesia berarti memperbaiki. Rinjani Meriri dimaknai sebagai upaya memperbaiki Rinjani, terutama memperbaiki jalur-jalur pendakian yang mengalami kerusakan akibat aktivitas pendaki maupun hujan, sekaligus membersihkan sampah plastik di gunung tersebut.

"Ini tahun keempat kita lakukan. Jadi setelah pendakian dibuka selama sembilan bulan, selanjutnya kita lakukan pembersihan dan perbaikan jalur-jalur yang rusak melalui Rinjani Meriri," terang Maruf Hadi, seusai melepas Tim Rinjani Meriri di BTNGR Resort Sembalun, Sabtu (20/12).

Rinjani Meriri tidak hanya fokus pada pembersihan sampah di jalur pendakian. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pembelajaran bagi para pendaki, sekaligus memberi contoh praktik pendakian yang baik dengan menaati SOP pendakian serta aturan yang telah ditetapkan.

Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kewajiban menjaga alam dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau petugas taman nasional.

"Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita, untuk sama-sama menjaga lingkungan, terutama di gunung Rinjani," katanya.

Ia mengatakan, Tim Rinjani Meriri terdiri dari lebih dari 50 orang. Peserta berasal dari berbagai komunitas pecinta alam, relawan, maupun pramuka.

Gunung Baca Juga: Gunung Rinjani Sumbang PNBP Rp 21,65 Miliar

Peserta kemudian dibagi menjadi 2 dua. Tim pertama akan naik melalui jalur Sembalun, sedangkan tim kedua melalui jalur Senaru. Kedua tim akan bertemu di Danau Segara Anak, lalu melanjutkan pembersihan menuju jalur Torean.

"Para peserta pada hari terakhir atau hari keempat, akan kita jemput dari Torean," katanya.

Setiap peserta ditargetkan mampu mengangkut sampah maksimal hingga 3 kilogram. Sampah yang telah dikumpulkan akan ditempatkan di beberapa titik, kemudian dibawa turun porter menuju BTNGR.

Sebelum kegiatan dimulai, pihaknya telah melakukan survei lokasi yang masih banyak ditemukan sampah, seperti area camping, Pelawangan, dan Danau Segara Anak.

"Sampah itu masih banyak di Danau, karena memang rata-rata orang banyak stay di danau," katanya. (*/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#Gunung Rinjani #sampah #rinjani #Lotim