Lombokpost-Pembagian rapor hasil belajar semester I di SMAN 1 Sakra tidak dilakukan dengan kegiatan seremonial atau hiburan. Namun diganti dengan kegiatan sosial berupa pembacaan Yasin, zikir dan doa bersama serta penggalangan dana bagi korban banjir Sumatera.
Di hari terakhir kegiatan belajar mengajar semester I, suasana Lapangan SMAN 1 Sakra tampak berbeda dibandingkan sekolah lain. Tidak ada pentas seni, hiburan, ataupun seremoni penutup semester seperti yang lazim digelar.
Pagi itu, siswa-siswi bersama seluruh guru berkumpul di lapangan sekolah. Mereka mengikuti zikir dan doa bersama dengan khidmat, yang diniatkan bagi para korban banjir di Sumatera yang telah merenggut ribuan jiwa.
Baca Juga: Bantu Palestina, Perindo KLU Serahkan Hasil Penggalangan Dana
Kepala SMA 1 Sakra Muhammad Subandi menyampaikan, selain pembacaan Yasin, zikir, dan doa bersama, siswa-siswi SMAN 1 Sakra sebelumnya juga melakukan aksi penggalangan dana. Aksi tersebut dilakukan di sekitar sekolah serta dengan mendatangi masyarakat di lingkungan sekitar.
"Kegiatan berkunjung ke masyarakat untuk mengumpulkan dana ini diinisiasi oleh siswa-siswi kami yang dari ekstrakurikuler. Baik itu Osis, Pramuka, PMR, Paskibra dan ekstrakurikuler yang lain," terang Muhammad Subandi.
Penggalangan dana tidak hanya dilakukan di sekolah dan masyarakat sekitar. Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, sekolah menyurati wali murid agar berpartisipasi melalui putra-putri mereka.
Baca Juga: Bantu Korban Banjir Sumatera, APPI dan I.League Gelar Laga Amal di Stadion Madya
Total donasi yang berhasil dikumpulkan selama penggalangan dana kurang lebih satu minggu mencapai Rp 20.500.000.
"Untuk pendistribusiannya kami bekerja sama dengan komite OSIS nasional. Jadi kami transfer ke sana, nanti mereka yang salurkan," katanya.
Donasi yang diterima tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga dalam bentuk barang seperti beras. Namun karena jumlahnya terbatas, pihak sekolah memutuskan untuk menguangkannya agar memudahkan proses penyaluran.
Baca Juga: Mantan Pelatih Timnas Shin Tae-yong Bantu Korban Banjir Sumatera
"Alhamdulillah kegiatan semacam ini sudah sering kami lakukan," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan penggalangan dana ini bukan semata mengumpulkan uang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkan karakter siswa, terutama kepedulian terhadap sesama.
Nilai gotong royong, kerja sama, serta kepedulian sosial ditanamkan melalui keterlibatan langsung siswa. Mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga alam dan lingkungan dengan melihat penyebab serta dampak kerusakan lingkungan yang terjadi di Sumatera.
Baca Juga: Gerak Cepat Masjid Nurul Islam Leneng: Rp 10 Juta Lebih Disalurkan untuk Korban Banjir Sumatera
"Kegiatan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan karakter siswa-siswi SMAN 1 Sakra," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman dan praktik baik bagi siswa-siswi. Sekaligus menjadi panggilan jiwa untuk terus peduli terhadap sesama, tidak hanya dalam konteks bencana, tetapi juga dalam berbagai kondisi lain yang membutuhkan simpati dan empati.
Editor : Siti Aeny Maryam