Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Periode Januari-November 2025, Pendaki Rinjani Tembus 76 Ribu Orang

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 24 Desember 2025 | 16:25 WIB

 

: Sejumlah pendaki saat mengantre untuk melakukan registrasi di kantor BTNGR Resort Sembalun sebelum melakukan aktivitas pendakian di Gunung Rinjani
: Sejumlah pendaki saat mengantre untuk melakukan registrasi di kantor BTNGR Resort Sembalun sebelum melakukan aktivitas pendakian di Gunung Rinjani

Lombokpost-Sejak Januari hingga akhir November 2025, jumlah pengunjung Taman Nasional Gunung Rinjani khusus pendakian mencapai 76.165 orang.

Dari jumlah tersebut, 41.973 orang merupakan pendaki mancanegara dan 34.192 orang pendaki nusantara.

"76 ribu ini khusus untuk pendakian hingga akhir November. Itu dari semua jalur dan ini tentu akan bertambah karena bulan Desember belum dihitung," terang Kepala Subbagian Tata Usaha BTNGR Astekita Ardiaristo belum lama ini.

Kata dia, jika ditotal dengan kunjungan nonpendakian, seperti ke Air Terjun Jeruk Manis, Joben, dan sejumlah destinasi nonpendakian lainnya, jumlah kunjungan hingga November mencapai 124.649 orang.

Menjelang Nataru, kunjungan wisatawan diakui cukup padat, terutama pendaki nusantara.

Hal itu terlihat dari jumlah pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket untuk pendakian pada 25 Desember yang hampir penuh.

Kendati menjelang perayaan Nataru kunjungan semakin ramai, pendakian tetap menyesuaikan dengan kuota yang ditetapkan, yakni 400 orang per hari di seluruh jalur.

"Tetap sesuai kuota, supaya yang mendaki juga tetap nyaman, dan tidak terlalu padat di atas," katanya.

Awal tahun mendatang, pendakian Rinjani akan ditutup selama tiga bulan.

Pemesanan tiket secara online paling lambat dilakukan pada 28 Desember. Dengan demikian, pada 1 Januari Rinjani sudah beristirahat dari seluruh aktivitas pendakian.

Ia menyebutkan, pada 2025 total Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai sekitar Rp 23 miliar lebih.

Anggaran tersebut akan dikembalikan pada 2026 mendatang dan digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana pendakian demi kenyamanan para pendaki.

"Taman nasional tidak hanya sebagai kawasan wisata pendakian saja, tapi kawasan ini juga merupakan kawasan konservasi," katanya.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana camping selama Rinjani ditutup, ia menyarankan agar memilih sejumlah bukit di sekitar Sembalun, seperti Bukit Gedong, Savana Provok, dan bukit lainnya sebagai alternatif.

Di tempat yang sama, Kasi PTN Wilayah II TNGR Maruf Hadi menambahkan, sejak kejadian terjatuhnya pendaki perempuan asal Brasil Juliana BTNGR, telah dilakukan pembaruan SOP pendakian serta penerapan program zero waste di Rinjani atau pendakian bebas sampah.

"SOP pendakian sudah kita update, kemudian juga SOP pencarian pertolongan dan evakuasi (P2E)," terangnya. (par/r7)

 

 

Editor : Kimda Farida
#pendaki #rinjani #Lotim