Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati Lotim Optimis Koperasi Nelayan Perkuat Sektor Perikanan

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 30 Desember 2025 | 17:07 WIB
Haerul Warisin
Haerul Warisin

Lombokpost-Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin optimistis pembangunan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih di Ekas, akan mendorong kemajuan sektor perikanan tangkap. Keberadaan koperasi dengan dukungan fasilitas lengkap itu diharapkan memperkuat produksi sekaligus pemasaran hasil perikanan Lotim.

"Kemarin saya sudah berkunjung ke koperasi kampung nelayan, ternyata banyak fasilitasnya," terang Bupati Lotim Haerul Warisin.

Ia menjelaskan, Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih telah dilengkapi fasilitas cold storage atau gudang pendingin untuk penyimpanan ikan dalam jumlah besar, genset berkapasitas besar, serta perlengkapan pendukung lainnya. Terkait kebutuhan air bersih, akan dipenuhi melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan, yang dalam waktu dekat kembali beroperasi.

Bupati mengatakan, pembangunan koperasi kampung nelayan tersebut dilaksanakan pemerintah pusat. Namun, pengelolaannya akan diserahkan kepada masyarakat pesisir dengan keanggotaan seluruh nelayan di wilayah tersebut.

Ke depan, Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya dibangun di pesisir Ekas. Seluruh kawasan pesisir Lotim, mulai dari Jerowaru hingga Sambelia, akan diusulkan menjadi kampung nelayan dan memiliki Koperasi Nelayan Merah Putih.

"Ini untuk mendukung program ketahanan pangan. InsyaAllah perikanan kita akan maju dengan adanya koperasi ini," katanya.

Ia meminta seluruh kepala desa lebih tanggap terhadap kebijakan pemerintah pusat yang mendorong setiap desa memiliki koperasi. Desa hanya diminta menyiapkan lahan, sementara anggaran pembangunan gerai ditanggung pemerintah pusat.

"Jangan ada penolakan, kasihan nanti desanya tidak maju. Kalau ada tanah milik kami (Pemkab) silakan pakai, kalau ada lahan milik Pemprov silakan pakai. Kalau tidak ada silakan beli atau tukar guling tanah pecatunya yang lokasinya terlalu jauh," katanya.

Ia menegaskan, tukar guling tanah pecatu dapat dilakukan selama sesuai aturan yang berlaku dan mendukung program pemerintah pusat. Ia menyatakan siap menandatangani apabila ada desa yang mengajukan tukar guling tanah pecatu dengan lahan strategis untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih.

"Suruh saja saya tanda tangan, saya siap. Ini demi negara. Kalau dulu memang tidak boleh tukar guling. Tapi saya siap tanda tangan demi kemajuan desa," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lotim Khairul Ihsan menilai pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih cukup berat. Terutama dengan kewajiban desa menyiapkan lahan seluas minimal 10 are hingga maksimal 12 are.

"Ini kan berat untuk mencari lahan. Kecuali kita disuruh beli atau menyewa. Tapi ini kan kita disuruh cari aset Pemkab, Pemprov," katanya. (par/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#kampung nelayan #Koperasi Nelayan #Lotim