Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Pameran Bonsai dari Desa Lendang Nangka Lombok Timur

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 31 Desember 2025 | 13:13 WIB

 

Bonsai-bonsai dengan bentuk yang unik dipamerkan di Desa Lendang Nangka, Selasa (30/12)
Bonsai-bonsai dengan bentuk yang unik dipamerkan di Desa Lendang Nangka, Selasa (30/12)

Lombokpost-Pameran bonsai bukan hanya sekedar menjadi momentum penilaian pohon-pohon dengan tingkat seni dan keindahan. Tapi juga sebagai bagian dari mengedukasi masyarakat mengenai cara merawat tanaman bonsal, agar terlihat indah, unik dan bernilai ekonomis tinggi.

Tepat di simpang empat Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, di depan kantor desa, puluhan pohon berukuran kecil dengan bentuk unik berjejer rapi di atas meja dan pot.

Sebagian pohon dibiarkan tanpa daun, menyisakan kawat putih yang melilit setiap ranting. Sebagian lainnya tampak rimbun, menyerupai pepohonan besar di tengah hutan belantara.

Di pintu masuk kantor desa, puluhan orang terlihat saling menawar harga bonsai jenis sancang yang sedang dililit kawat putih untuk membentuk pola unik dan indah. Hari itu, para penghobi bonsai menggelar pameran sekaligus demo bonsai.

Sekretaris Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lotim Eko Purwantho mengatakan, pameran bonsai Desa Lendang Nangka merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan PPBI Lotim. Tahun ini menjadi pameran ketiga yang digelar.

“Acara ini dari 27 Desember hingga 1 Januari 2026 mendatang. Diinisiasi PPBI ranting Masbagik,” ujar Eko kepada Lombok Post, Selasa (30/12).

Pameran bonsai diikuti 108 pegiat bonsai dari Lotim dan Kota Mataram. Selain pameran, juga dilakukan penilaian bonsai dan pemilihan pohon favorit.

Kegiatan ini tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Workshop dan demo bonsai digelar untuk memberikan edukasi mengenai perawatan, pemeliharaan, hingga pembentukan bahan bonsai agar menjadi tanaman yang indah dan bernilai seni.

“Pada pameran ini kita ada juri nasional. Jadi juri nasional ini yang menilai sekaligus yang memberikan materi workshop kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, panitia juga menggelar lelang bonsai yang diikuti peserta pameran. Lelang dilakukan dengan siaran langsung melalui media sosial.

Menurut Eko, bonsai bukan sekadar tanaman hias, tetapi memiliki nilai seni yang tinggi. Melalui pameran ini, para pecinta bonsai memiliki ruang untuk menampilkan karya sekaligus seni dalam setiap pohon yang dipamerkan.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini masyarakat ikut seni bonsai ini, sehingga bisa meningkatkan perekonomian mereka. Karena ini juga termasuk dalam ekonomi kreatif,” katanya.

Tradisi bonsai di Desa Lendang Nangka sendiri telah berkembang sejak puluhan tahun lalu. Bahkan desa tersebut telah disematkan sebagai desa bonsai oleh Ketua PPBI Lotim. Penetapan itu tidak lepas dari kiprah bonsai asal Lendang Nangka yang telah dikirim ke berbagai negara.

“Desa Lendang Nangka sudah lama mengembangkan bonsai. Sampai pohon bonsai dari Lendang Nangka sudah mengikuti ajang tingkat internasional,” katanya.

Selain keunikan bentuk, nilai jual yang tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk terjun ke dunia bonsai. Melalui pameran ini, Eko berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun dengan dukungan Pemerintah Desa Lendang Nangka. (*/r7)

Editor : Kimda Farida
#seni #bonsai #pohon #Lotim