Lombokpost-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Timur (Lotim) mulai membuka sejumlah kantor desa yang disegel warga saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Langkah ini untuk memastikan pelayanan dan pemerintahan di desa tetap berjalan lancar.
"Akhir-akhir ini banyak desa yang melakukan aksi. Untuk itu hari ini kita akan buka kembali kantor-kantor desa yang telah disegel masyarakat,” terang Kadis DPMD Lotim Hambali, Selasa (6/1).
Hambali menyebutkan, dari sejumlah desa yang berdemonstrasi dalam sebulan terakhir, terdapat dua desa yang menyegel kantor desa. Yakni Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, yang disegel sejak 18 Desember 2025, serta Desa Madayin, Kecamatan Sambelia.
Pembukaan segel kantor Desa Gelanggang dilakukan setelah adanya kesepakatan DPMD dengan masyarakat. Warga Desa Gelanggang meminta proses audit dan pemeriksaan terhadap kepala desa atas dugaan penyalahgunaan dana desa dipercepat.
"Masyarakat meminta supaya pemeriksaan kades dipercepat. Insyaallah hari kami mendatang tim akan turun untuk melakukan pemeriksaan," katanya.
Sementara untuk Desa Madayin, pihaknya mengaku belum mengetahui secara detail tuntutan dan harapan warga. Meski demikian, DPMD siap menindaklanjuti aspirasi tersebut. Koordinasi dengan warga Madayin terus diupayakan agar kantor desa segera dibuka kembali sehingga pelayanan tidak terganggu.
"Keduanya kita buka segelnya, supaya pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," jelasnya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida