Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengintip Ketekunan Amir Mas’ud Mencetak Koi Unggulan dari Kolam Terpal Sederhana

Supardi/Bapak Qila • Senin, 19 Januari 2026 | 20:45 WIB
Amir Mas
Amir Mas

LombokPost - Liukan warna-warni koi jumbo milik Amir Mas’ud menyimpan nilai ekonomi yang fantastis. Ketekunannya menyeleksi benih dari kolam terpal sederhana kini membuahkan hasil berupa ikan kualitas kontes yang diburu kolektor luar daerah.

Di bawah rimbunnya pohon durian dan avokad, sebuah kolam berukuran besar dipenuhi puluhan ikan hias jumbo. Sementara itu, dua kolam terpal berbentuk lingkaran di dekatnya juga disesaki puluhan ikan dengan ukuran yang sedikit lebih kecil.

Ikan-ikan tersebut merupakan hasil seleksi ketat dan bertahap dari puluhan ribu benih yang dibudidayakan. Koleksi ini milik Amir Mas’ud, seorang penghobi sekaligus pembudi daya ikan koi di Lombok Timur (Lotim) yang terbilang sukses mengembangkan usahanya.

Amir Mas’ud berkisah, budi daya ikan koi ini bermula pada 2019 lalu, tepat saat pandemi Covid-19 merebak di Indonesia. Kala itu, aktivitas masyarakat dibatasi sehingga kegiatan sekolah dan perkantoran harus dilakukan dari rumah.

“Saat itu saya kerjakan tugas kantor dari rumah, dan tidak ada kegiatan di rumah. Akhirnya saya coba-coba untuk beli ikan koi,” terang Amir saat ditemui di kolam koi miliknya, Minggu (18/1).

Awalnya, ia hanya membeli 20 ekor ikan koi kualitas biasa untuk dipelihara di kolam berukuran 3x2 meter. Namun, setahun menggeluti hobi tersebut, ia mulai menyadari bahwa merawat ikan koi kualitas unggul maupun kualitas rendah membutuhkan tenaga dan biaya pakan yang sama.

Sejak saat itu, ia beralih membeli indukan berkualitas yang biasa diikutkan dalam kontes. Benar saja, keputusannya tepat. Ikan-ikan miliknya berkembang pesat, hingga ia memutuskan untuk menyeriusi pemijahan secara mandiri.

“Setelah itu saya mencari indukan yang bagus di teman-teman yang sudah lama hobi ikan koi. Dan saat itu saya pemijahan (proses kawin) di kolam terpal sederhana,” terangnya.

Setelah pemijahan berhasil, benih ikan dipindahkan ke kolam tanah. Saat menginjak usia 1 hingga 1,5 bulan, dimulailah proses seleksi tahap pertama. Tahap ini dilakukan dengan sangat ketat. Dari 5.000 benih, biasanya hanya diambil sekitar 1.000 ekor untuk dibesarkan lebih lanjut.

“Setalah tiga bulan setelah seleksi pertama itu, kita kembali melakukan seleksi lagi dari seribu ekor itu, kita ambil 100-200 ekor. Inilah ikan koi yang nantinya akan kita rawat untuk lomba itu,” jelasnya.

Menurutnya, jika seleksi tidak dilakukan secara ketat, pembudi daya akan merugi karena waktu dan biaya perawatan yang mahal tidak akan sebanding dengan kualitas yang dihasilkan. Kini, dari yang semula hanya satu kolam, ia telah memiliki enam kolam besar untuk budi daya dan penampungan ikan siap lomba.

Ikan koi hasil budi dayanya kini telah melanglang buana hingga ke luar daerah untuk mengikuti kontes. Koleksinya pun menjadi buruan para penghobi dari NTB maupun luar daerah.

”Ikan jenis Asagi yang paling banyak diminati dan itu yang cukup mahal. Penjualan kami lakukan melalui WA grup dan banyak juga yang langsung datang ke kolam,” jelasnya.

Harga satu ekor ikan koi koleksinya sangat bervariasi, tergantung kualitas dan garis keturunannya. Harga paling terjangkau mulai dari Rp 200 ribu, sementara untuk kualitas premium bisa menembus angka Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per ekor.

Meski menggiurkan, budi daya koi memiliki tantangan tersendiri dibandingkan ikan konsumsi. Kunci utamanya terletak pada kualitas air. Kebersihan dan parameter air sangat memengaruhi kesehatan serta pertumbuhan warna pada tubuh ikan. (*/r7)

 

 

 

 

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#budidaya ikan #kolam #Ikan Koi #ikan #Lotim